Rabu , 11 October 2017, 17:13 WIB

Indikator: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Stabil

Rep: Kabul Astuti / Red: Andri Saubani
Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Presiden Joko Widodo menunjukkan kartu e-Toll seusai peresmian jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga di Gerbang Tol Salatiga, Jawa Tengah, Senin (25/9).
Presiden Joko Widodo menunjukkan kartu e-Toll seusai peresmian jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga di Gerbang Tol Salatiga, Jawa Tengah, Senin (25/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan hasil survei evaluasi tiga tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dan efek elektoralnya. Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat (approval rating) terhadap kinerja Presiden Jokowi masih berkisar 68,3 persen.

Sebanyak 29,5 persen lainnya menyatakan kurang puas atau tidak puas, sedangkan sisanya 2,17 persen tidak menjawab. Survei dilakukan terhadap 1220 responden di berbagai daerah dengan margin of error sebesar +- 2,9 persen, pada kurun waktu 17-24 September 2017. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, di mana responden diwawancara lewat tatap muka secara langsung.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi tampak mengalami fluktuasi cukup besar dalam satu setengah tahun awal pemerintahannya. Tingkat kepuasan terhadap Jokowi pernah anjlok sampai titik terendah 41 persen pada Juni 2015.

Tetapi, sejak Maret 2016, tingkat kepuasan Jokowi mengalami kenaikan dan stabil dalam setahun terakhir. "Sejak Maret 2016, tingkat kepuasan terhadap Jokowi stabil di angka 68 persen," kata Burhanuddin Muhtadi, di Kantor Indikator Jalan Cikini V Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Burhan mengungkapkan tren keyakinan masyarakat terhadap kemampuan Jokowi untuk memimpin juga masih cukup tinggi di angka 72,6 persen. Menurutnya, ini bisa menjadi sebuah modal psikopolitik penting untuk dukungan politik Jokowi pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.