Jumat , 06 October 2017, 16:28 WIB

Netty Heryawan: Lawan Budaya Korupsi Sejak Balita

Red: Agus Yulianto
Istimewa
Dr Hj Netty Prasetiyani Heryawan, Ketua P2TP2A Provinsi Jabar.
Dr Hj Netty Prasetiyani Heryawan, Ketua P2TP2A Provinsi Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan mengatakan, korupsi itu bisa dilawan. Salah satunya dengan pendidikan kejujuran sejak dini.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang turut hadir pada Kegiatan Apresiasi Kompetensi Pendidik PAUD (AKPP), di Jakarta. "KPK dengan fungsinya membangun integritas di seluruh ruang kehidupan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, saya pikir integritas ini dimulai dari kejujuran. Nah, tingkat kejujuran yang paling dasar ada pada anak usia dini," kata Netty Heryawan dalam siaran persnya, Jumat (6/10).

Netty sangat berharap, stigma bahwa korupsi menjadi budaya tidak akan pernah terjadi. Sesuatu yang menjadi budaya, kata dia, berarti ada proses pembiasaan, dan proses pembiasaan berarti ada sebuah pengulangan dan pembiaran oleh masyarakat ketika penyimpangan-penyimpangan itu terjadi.

Untuk itu, dia inginkan PAUD berperan penting dalam membentuk karakter anak-anak yang melek kebaikan. "Kita ingin PAUD yang memang membentuk, mendidik, mengasuh anak-anak yang masih bersih, memiliki masa depan yang panjang, diawali dengan hafal kebaikan, salah satunya kejujuran," kata Netty.

Pentingnya peran PAUD ini juga ditegaskan oleh Ketua Umum Himpaudi Netti Herawati. Kata dia, meski seringkali dipandang sebelah mata, profesi sebagai guru PAUD nyatanya menentukan arah perkembangan karakter anak-anak. "Jika guru PAUD salah mendidik, hasil kesalahannya akan permanen dan tidak bisa diperbaiki lagi," katanya.

Sementara Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berpesan dan mengajak para Bunda PAUD untuk mulai memperhatikan setiap detail segala sesuatu termasuk pengajaran PAUD, dimulai dari hal yang sederhana, seperti membiasakan salam. Jika tidak memperhatikan detail, menurut Saut, bangsa ini hanya bisa tersungkur di tempat yang sama.

"Ke depannya Bunda PAUD semua. Mari kita mulai detail, memulai sesuatu dari yang sangat-sangat kecil, mulai dari yang sangat-sangat sederhana, baru kemudian kita bisa menjadikan karya-karya besar," kata dia.

Sumber : Antara

Berita Terkait