Senin , 20 February 2012, 19:08 WIB

Panglima: Sesko TNI Harus Lahirkan Pimpinan Andal

Red: Djibril Muhammad
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan Sekolah Staf dan Komando TNI harus mampu melahirkan kader pimpinan TNI dan bangsa yang andal.

"Sesko TNI memikul tanggung jawab amat besar untuk melahirkan kader pimpinan TNI yang mampu melaksanakan tugas jabatan komando dan staf yang bersifat strategis gabungan antarangkatan, yang lebih berkualitas dan profesional," katanya pada upacara pembukaan Pendidikan Reguler (Dikreg) XXXIX Sesko TNI 2012 di Bandung, Senin (20/2).

Agus mengatakan para calon pemimpin itu harus profesional dalam menghadapi dinamika tugas di masa depan yang dihadapkan pada beragam tantangan yang makin kompleks.

Sebagai lembaga pendidikan Sesko TNI merupakan lembaga pendidikan karir militer tertinggi yang dibangun TNI guna menjawab dampak perkembangan lingkungan strategis yang cepat dan tantangan tugas ke depan yang lebih kompleks.

Di hadapan para siswa Sesko TNI, Panglima TNI berharap lulusan Sesko TNI memiliki kompetensi diantaranya memiliki integritas dan jatidiri sebagai kader pimpinan TNI pada tingkat strategis di masa mendatang yang bermoral, berwawasan kebangsaan dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik.

"Selain itu memiliki kemampuan manajerial berbasis penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama kemampuan manajemen nasional, manajemen pertahanan negara dan manajemen militer yang bersifat strategis," kata Panglima TNI.

Agus menambahkan, kemampuan manajerial menempati peran penting dalam perencanaan militer yang komprehensif dan manajemen pertahanan yang kuat serta disegani dalam rangka menjamin kepentingan nasional, demi tercapainya tujuan nasional.

"Hal ini penting dilakukan guna menghadapi perubahan paradigma militer dari militer klasik yang berbasis perang berhadapan yang simetris dan linear, menjadi pertempuran yang berbasiskan teknologi, doktrin, strategi dan postur militer terkini dalam perang modern yang asimetris dan non-linear," ujarnya.

Tak hanya itu dihadapkan kepada perkembangan lingkungan global, regional dan nasional, maka lulusan Sesko TNI diharapkan memiliki dan menguasai strategi dan operasi militer gabungan TNI guna mendukung keberhasilan tugas pokok TNI melalui operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP).

Pendidikan Reguler XXXIX Sesko TNI diikuti 100 peserta yang terdiri dari AD 47 orang, AL 28 orang, AU 20 orang dan lima orang perwira menengah dari mancanegara, yakni Australia, India, Singapura, Laos dan Malaysia.

Sumber : Antara