Selasa , 31 August 2010, 04:25 WIB

Waspadai Impor Ilegal, Bea Cukai Tetap Siaga Saat Lebaran

Rep: Teguh Firmansyah/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Direktorat Jenderal Bea Cukai mewaspadai maraknya impor ilegal jelang lebaran, terutama bahan makanan dan tekstil. Impor ilegal tidak terlepas dari meningkatnya permintaan barang konsumsi ditengah masyarakat.

Menurut Direktur Jenderal Bea Cukai, Thomas Sugijata, sampai dengan Juli kemarin setidaknya sudah 4 ribu ballpress pakaian atau setara dengan 1 juta potong telah disita. "Terakhir itu di wilayah Bali, artinya Bea Cukai berupaya di laut. Kalaupun tidak ditangkap di laut karena luas, kita juga sudah antisipasi di darat," ujar Thomas, di gedung DPR, Senin (30/8).

Langkah yang dilakukan oleh Bea Cukai, yakni dengan mengintruksikan kepada semua kantor pelayanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap masuknya barang impor. "Yang sifatnya tidak memenuhi ketentuan dan pola setiap tahun berulang, jadi antisipasinya sudah ada," tuturnya.

Antisipasi lain jelang lebaran yaitu memberlakukan cuti bergilir. "Kantor harus tetap siaga, karena kita melihat dari sisi wilayah Indonesia yang luas, ada wilayah perbatasan dan sebagainya, yang paling penting, bea cukai juga mengadakan patroli," tuturnya.

Thomas membantah jika early warning system (EWS) yang ada saat ini tidak berjalan. Menurut dia bea cukai tetap melakukan pemantauan. Hanya saja, memang belum disepakati soal metodologi dari penghitungan ekspor dan impornya.

"Data ekspor impor kita tetap melakukan monitoring secara umum. Sementara memang tidak dipublikasikan, nanti saja kalau sudah ada metode pastinya," terangnya.