Selasa , 03 October 2017, 12:27 WIB

Presiden Kutuk Penembakan di Las Vegas

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani
Chase Stevens/Las Vegas Review-Journal via AP
Pengunjung hotel Tropicana Las Vegas menunggu blokade oleh polisi dibuka saat insiden penembakan terjadi.
Pengunjung hotel Tropicana Las Vegas menunggu blokade oleh polisi dibuka saat insiden penembakan terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk aksi penembakan mematikan yang terjadi di sebuah festival musik di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Jokowi menyampaikan rasa bela sungkawa kepada para korban insiden ini.

"Kita mengutuk aksi terorisme seperti itu, aksi penembakan seperti yang terjadi di Las Vegas, dengan korban yang begitu banyak dan kita juga menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Jokowi usai menghadiri acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10).

Dalam peristiwa penembakan ini dilaporkan tak ada korban jiwa Warga Negara Indonesia (WNI). Ia pun meyakini, Pemerintah Amerika memiliki langkah sendiri menghadapi ancaman-ancaman terorisme.

"Saya yakin Pemerintah Amerika tetaptegar dan kiat dalam menghadapi ancaman-ancaman terorisme seperti itu," ujarnya.

Aksi penembakan di Las Vegas kali ini merupakan peristiwa yang paling mematikan dalam sejarah modern AS. Penembakan massal terjadi pada Ahad (1/10) malam sekitar pukul 22:08 waktu setempat. Pelaku, Steve Paddock (64), melepaskan tembakannya dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay dan menewaskan setidaknya 59 jiwa serta melukai lebih dari 500 orang. Pelaku mengarahkan tembakannya ke arah kerumunan penonton yang menghadiri acara festival musik. Setidaknya, terdapat 22 ribu orang yangmenghadiri acara itu. Pelaku akhirnya tewas setelah mengakhiri nyawanya sendiri.