Selasa , 03 October 2017, 01:35 WIB

Jokowi Undang Kelompok Bertikai di Afghanistan ke Indonesia

Red: Nidia Zuraya
ap
Warga Afghanistan yakin konflik di wilayahnya sengaja dipelihara dengan terus menghidupkan Taliban.
Warga Afghanistan yakin konflik di wilayahnya sengaja dipelihara dengan terus menghidupkan Taliban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengundang perwakilan 40 kelompok di Afghanistan yang bertikai ke Indonesia untuk membahas upaya perdamaian dan persatuan.

"Awalnya ada tujuh suku di Afganistan, karena pertikaian sekarang berkembang menjadi 40 kelompok yang sulit sekali didamaikan, nanti bulan Desember kita akan mengundang beliau-beliau 40 kelompok yang bertikai untuk bicara soal itu," kata Presiden Jokowi, ketika menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK 2017, di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin (2/10) malam.

Menurut Jokowi, Indonesia akan menunjukkan bahwa keberagaman bisa hidup bersama berdampingan. "Sebanyak 714 suku dengan keragaman bahasa dan budaya bersatu dalam bingkai NKRI," katanya pula.

Pada awal sambutannya, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Bukan karena memiliki banyak sumber daya alam, dan ada 17.000 pulau, tetapi juga kemajemukan atau keragamaan suku, budaya, dan bahasa.

"Tidak ada negara lain semajemuk Indonesia, kita merupakan negara besar juga karena jumlah penduduk mencapai 258 juta jiwa. Tidak gampang mengelola 258 juta jiwa," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, kita sering tidak sadar bahwa negara Indonesia sangat besar dengan bahasa lokal yang mencapai 1.100 lebih. Jokowi menyebutkan saat bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, keberagaman itu ia sampaikan kepada pemimpin negara itu.

"Ia kemudian mengingatkan, Presiden Jokowi hati-hati dengan keberagaman itu," katanya pula.

Di Afghanistan semula hanya ada tujuh suku, karena dua suku bertikai, satu bawa kawan dari luar dan satunya juga demikian, maka perang selama lebih dari 25 tahun pun tak kunjung selesai. "Presiden yang sekarang, 23 tahun hidup di pengasingan, di luar negeri," kata Jokowi lagi.

Sumber : Antara