Rabu , 27 September 2017, 22:05 WIB

Mendikbud Nilai Gelar DHC untuk Megawati Tepat

Red: Agung Sasongko
Istimewa
 Presiden RI ke-5, Megawati  Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa  (DRHC) Bidang Politik Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9).
Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DRHC) Bidang Politik Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menganggap tepat pemberian gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan oleh Universitas Negeri Padang (UNP) kepada Presiden Kelima yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Sangat tepat untuk penghargaan beliau. Karena reformasi pendidikan itu memang dimulai pada waktu beliau menjadi presiden, terutama dengan disahkannya UU sisdiknas nomor 20/2003. Itu terjadi perubahan sangat signifikan, banyak sekali perubahannya terutama tentang otonomi pendidikan menjadi bagian dari otonomo daerah," ungkap Muhajir usai menghadiri pemberian gelar Honoris Causa kepada Megawati, Rabu (27/9/2017).

UNP menganugerahi Megawati Soekarnoputri, Doktor Honoris Causa di bidang politik pendidikan di auditorium UNP, Jalan Prof Dr Hamka, kota Padang, Sumatera Barat. Mengenakan toga bergaris kuning, Megawati menerima penghargaan secara simbolik dari rektor UNP.

Mendikbud kemudian mengungkapkan kembali alasan Megawati tepat mendapat gelar dari UNP tersebut.

Reformasi pendidikan berubah secara signifikan. Banyak sekali, soal alokasi anggaran APBN dan APBD harus minimum 20 persen. Kemudian menyerahkan kewenangan ke masing-masing sekolah yang diberikan school management berbasis sekolah," ungkap Muhajir.