Rabu , 27 September 2017, 18:38 WIB

Megawati: Politik Pembangunan Harus Berbasis Riset Iptek

Red: Agung Sasongko
Istimewa
 Presiden RI ke-5, Megawati  Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa  (DRHC) Bidang Politik Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9).
Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DRHC) Bidang Politik Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI ke-5, Megawati  Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa  (DRHC) Bidang Politik Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9).

Di Auditorim UNP, Presiden RI kelima tersebut menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Politik Pendidikan Sebagai Jalan Pembebasan". Dalam a pidato tersebut Megawati pun berkomitmen untuk memperjuangkan kampus sebagai 'center of science'. Kampus tidak hanya untuk menghasilkan tenaga ahli dan tenaga terampil bagi Pembangunan.

"Kampus pun harus menghasilkan riset-Riset yang dapat digunakan sebagai acuan dalam keputusan politik pembangunan" kata Megawati dalam keterangannya.

Pada pidato kali ini Megawati menekankan beberapa poin krusial pentingnya riset ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai basis keputusan politik pembangaunan, 'Science Based Policy".

Megawati mengingatkan, "Tidak ada satu negara pun  yang dapat menjadi negara maju, jika tidak berfokus pada riset Ilmu pengetahuan dan Teknologi, sebagai dasar kebijakan pembangunan."

Berdasarkan pemikiran tersebut, menurut Megawati, politik legislasi dan politik anggaran harus menjadi prioritas dan politik tetap negara. 

Hal penting lainnya, Megawati mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berdasarkan asumsi. Pembangunan harus dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan yang berorientasi dan didedikasikan pada kepentingan rakyat dan bangsa sendiri. 

"Sudah saatnya Indonesia memiliki Lembaga Riset Nasional , seperti yang pernah dirintis oleh Bung Karno". Megawati mengingatkan bahwa di negara maju terdapat konektivitas yang kuat antara perguruan tinggi dan Lembaga Riset Negara. Sehingga perguruan tinggi menjadi salah satu pilar penting yang berkontribusi besar pada kemajuan rakyat, bangsa dan negara.

Gelar DRHC dari UNP merupakan gelar DRHC kelima Yan diterima Megawati. Sebelumnya, Presiden RI ke-5 mendapatkan gelar DRHC dari Waseda University, Tokyo, Jepang dalam Bidang Hukum (2001), Moscow State Institute of International Relations, Rusia dalam Bidang  Politik (2003), Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korea Selatan dalam Bidang Politik (2015) dan dari Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat dalam Bidang Politik dan Ilmu Pemerintahan (2016).