Kamis , 21 September 2017, 16:10 WIB

Pembuatan Ulang Film PKI Bisa Tiru Film Habibie

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari
Republika/ Wihdan Hidayat
 Siswa bersama guru menonton bersama film G30S PKI di SMK Muhammadiyah I Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (20/9) malam
Siswa bersama guru menonton bersama film G30S PKI di SMK Muhammadiyah I Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (20/9) malam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Arief M Edie menyebut daur ulang film G30 S PKI seperti yang diminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tetap tidak akan menghilangkan nilai, tapak-tapak dan kebenaran sejarah. Dia menilai film dokumenter yang ada sebelumnya bukan berarti dimanipulasi.

Daur ulang film ini bisa diciptakan dengan beberapa hal lebih segar, baik dari segi aktor, metode dan lainnya. Arief mencontohkan film BJ Habibie besutan sutradara kondang Hanung Bramantyo yang dibintangi aktor masa kini.

"Seperti film Habibie (Ainun) misalnya, dibuat di zaman sekarang, mungkin dengan aktor berbeda, lebih kekinian, dengan metode baru, tapi alur, tapak-tapak, nilai sejarahnya tidak hilang," kata Arief kepada Republika.co.id, Kamis (21/9).

Lebih lanjut dia mengatakan yang terpenting adalah tapak sejarah yang diluruskan. Selain itu, hal-hal berbau kekerasan, berdarah-darah yang dinilai kurang pas untuk generasi sekarang, kata dia, bisa diminimalisir seperti permintaan Jokowi.

"Pembuatan film nya lebih smooth kira-kira. Film itu akan dibuat lagi, timnya mungkin arsip nasional," lanjutnya.

Dia menambahkan daur ulang film bisa dilakukan secepatnya dengan judul dokumenter yang baru. "Mungkin secepatnya, perlu judul dokumenter yang baru untuk tidak lupa dengan sejarah," katanya menambahkan.