Senin , 18 September 2017, 19:03 WIB

Reaksi Soeharto Setelah Nonton Film G30S/PKI

Red: Muhammad Hafil
Antara
Amoroso Katamsi (kiri).
Amoroso Katamsi (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amoroso Katamsi (79 tahun) adalah orang yang paling sering memerankan sosok presiden RI kedua, Soeharto di sejumlah layar lebar. Tercacat, dia tiga kali memerankan sosok presiden yang berkuasa selama 32 tahun tersebut.

Aktor yang juga merupakan purnawirawan TNI AL berpangkat Laksamana Pertama itu pertama kali memerankan sosok Pak Harto dalam film ‘Djakarta 1966’ pada 1982, Film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’ pada 1984, dan film ‘Di Balik 98’ pada 2014.
 
"Waktu memerankan Soeharto pertama kali, film dibuat pada 1981, film yang sekarang dibuat 2014, jaraknya ternyata 32 tahun, saya jadi berasa menguasai selama 32 tahun," katanya kepada Republika.co.id pada 2015 lalu. Kemampuan akting Amoroso memang tak perlu diragukan lagi.

Khusus untuk Film G30SPKI yang saat ini tengah ramai kembali dibicarakan publik, Amoroso pernah menceritakan bagaimana kesan Pak Harto terhadap peran tersebut. Dalam buku ‘Pak Harto The Untold Stories’, Amoroso menceritakan  bagaimana sebelum film itu dibuat.

Dia merasa perlu bertemu dengan Pak Harto untuk pendalaman peran. Menurut dia, Pak Harto tidak banyak bicara dan juga tidak ekspresif. “Beliau tidak menuntut saya harus begini atau begitu ketika memerankan dirinya,” kata Amoroso.

Dalam observasi itu, Amoroso pernah harus ikut Pak Harto ke peternakan Tapos, Bogor. Di sana, dia memperhatikan cara komunikasi Pak Harto ketika harus menemani tamu asing yang berkunjung ke peternakan itu.

Kemudian, setelah film itu selesai dan ditayangkan, dia kembali menemui Pak Harto. Lagi-lagi Pak Harto tidak banyak bicara. Dia tidak memuji, juga tidak menggurui. Pak Harto hanya mengatakan, “Film itu bagus.”