Selasa , 12 September 2017, 16:42 WIB

Jokowi Instruksi Bantuan Air Bagi Masyarakat Dipercepat

Rep: Debbie Sutrisno‎/ Red: Bayu Hermawan
dok. MPR RI
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah bisa memberikan bantuan suplai air kepada masyarakat. Bantuan tersebut bukan hanya bantuan air bersih, tapi juga air untuk irigasi pertanian.

"Langkah jangka pendek saya minta dipastikan untuk bantuan dropping air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan," ka‎ta Jokowi dalam rapat terbatas, Selasa (12/9).

Jokowi menuturkan, dirinya mendapat data dari badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika‎ (BMKG) bahwa kekeringan pada 2017 berbeda dengan 2015 ketika terjadi El-Nino.

Saat ini sudah ada sejumlah daerah yang tidak mengalami hujan lebih dari 60 hari. Bahkan disejumlah daerah di Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau.

Dari laporan BMKG, musim hujan baru bisa terjadi di sebagian daerah mulai akhir Oktober dan November. Untuk itu perlu antisipasi semua pihak agar musim kemarau ini bisa diantisipasi sehingga masyarakat tidak kesulitan air.

Dalam dua tahun terakhir pemerintah telah membangun bendungan waduk dan embung di desa-desa dalam upaya mengantisipasi kekeringan. Infrastruktur ini diharap bisa meringankan masyarakat‎ dalam kebutuhan air.

Di sisi lain, Jokowi juga berharap agar ada antisipasi ktersediaan stop bahan pangan di beberapa daerah sehingga mengalami kelangkaan, dan ada stabilisasi harga.

"Sekali lagi saya titip pesan agar kita tidak lengah untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di lahan lahan gambut seperti pada tahun 2015," ujarnya.