Ahad , 10 September 2017, 17:28 WIB

Indonesia Kehilangan Pakar Gambut dan Manajemen Air

Rep: Maspril Aries/ Red: Agus Yulianto
Facebook
Almarhum Robiyanto Hendro Susanto
Almarhum Robiyanto Hendro Susanto

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- Indonesia kehilangan seorang pakar gambut dan manajemen air Robiyanto Hendro Susanto yang meninggal dunia Sabtu (9/9). Almarhum Robiyanto Hendro Susanto yang juga guru besar Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) sebelum dikebumikan. Ahad (10/9) dishalatkan di Masjid Al-Ghazali yang terletak di komplek kampus Unsri – Bukit Lama. Dishalatkan civitas akademika Unsri.

Ucapan duka cita atas kepergian guru besar kelahiran Baturaja, 5 April 1961 tersebut, datang dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang menulis di laman facebook-nya, “Menyampaikan duka cita yang sangat dalam atas wafatnya Prof Dr Rubiyanto H Susanto ahli gambut dari Universitas Sriwijaya. Beliau adalah sahabat KLHK dalam berpikir bersama pada masa-masa sangat sulit mengatasi kebakaran gambut, dan dalam eksplorasi tata kelola gambut.”

“Selamat jalan Prof Robby, jasamu akan selalu kami kenang. Tenanglah di sisi- Nya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Ini beberapa foto kenangan Prof Robby bersama KLHK pada Juli dan September lalu. Kita semua sangat merasa kehilangan,” tulis Siti Nurbaya yang sama-sama satu almater dari Institut Pertanian Bogor (IPB) saat menembuh pendidikan strata satu (S 1).

Ucapan duka cita juga datang dari Ketua Ombudsman Amzulian Rifai. Guru besar Fakultas Hukum Unsri tersebut menulis di laman facebook-nya, “Telah berpulang sahabat, saudara, guru besar kami tercinta pada Sabtu, 9 Sept 2017 sekitar jam 13: 41 Prof Dr H Robiyanto Hendro Susanto Guru Besar FP Universitas Sriwijaya”

Kepergian lulusan pendidikan strata tiga (S3) North Carolina State University, Amerika Serikat menurut mantan Dekan Fakultas Hukum Unsri Abdul Aziz Numal adalah kehilangan salah seorang pakar manajemen atau tata air di Indonesia. “Mungkin beliau satu-satunya guru besar yang menekuni manajemen air yang ilmunya bermanfaat dalam pertanian dan pengelolaan lahan gambut dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di Indonesia,” katanya.

Rasa kehilangan juga disampaikan staf khusus Gubernu r Sumsel untuk perubahan iklim Najib Asmani. Ia menulis di laman facebook-nya, “Innalillahi wainnailahi rojiun. Jajaran Tim Restorasi Gambut Daerah TRGD Sumsel menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulang ke rahmatullah Prof Robiyanto H Susanto Ketua Tim Ahli TRGD Sumsel. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya mengampuni kesalahannya, dan keluarga yang berduka dalam kesabaran dan keikhlasan.”

Semasa hidupnya Robiyanto Hendro Susanto yang beristerikan Kiki Yuliati yang juga staf pengajar Fakultas Pertanian Unsri menjabat sebagai anggota anggota kelompok Ahli BRG (Badan Restorasi Gambut), pada akhir Maret 2017 baru dikukuhkan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ishak Mekki sebagai Ketua Pokja Tim Percepatan Perhutanan Sosial (PPS) Sumsel periode 2017-2020.

Almarhum Robiyanto Hendro Susanto yang meninggalkan dua orang anak Rosinsko Hiro Susanto dan Klanita Sabira tersebut dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Pertanian Unsri pada 27 Desember 2010 menyampaikan pidato ilmiahnya dengan judul “Pengembangan dan Pengelolaan Daerah Rawa untuk Pembangunan Berkelanjutan : Refleksi 25 Tahun Mengabdi untuk Indonesia di Daerah Rawa.”