Jumat , 08 September 2017, 10:14 WIB

Wapres Bertolak ke Kazakhstan Hadiri KTT OKI

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Ist
Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.
Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Kazakhstan, pada Jumat (8/9). Kunjungan kenegaraan ini dilakukan untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Jusuf Kalla datang untuk ikut membahas terkait Sains dan Teknologi yang merupakan tema yang diangkat pada konferensi tersebut. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan kunjungan yang dinilai strategis untuk bersama dengan negara lain membahas tentang kemajuan teknologi. Juru bicara Wakil Presiden, Husein Abdullah mengatakan momen pertemuan ini menjadi pertemuan yang penting bagi Indonesia.

Menurut Husein Wapres menilai pertemuan tersebut penting untuk saling bertukar informasi dan transfer pengetahuan demi mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia. "Negara anggota OKI kan juga banyak sekali yang sudah maju dan berkembang tentang sains dan teknologi. Ini momen penting supaya kita juga bisa bersama sama mengembangkan teknologi," ujar Husein saat ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (8/9).

Jika pada pertemuan sebelumnya, negara-negara OKI lebih banyak membahas persoalan politik. Pada kesempatan kali ini, Husein mengatakan pembahasan lebih kepada kemajuan teknologi.

"Pak JK (Jusuf Kalla) sadar bahwa pertumbuhan teknologi itu sangat cepat. Dalam pertemuan ini kita bisa saling mengembangkan teknologi," ujar Husein.

Selain melakukan mengikuti pertemuan OKI, Wapres JK juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Kazakhstan esok. Pertemuan bilateral ini dilakukan untuk bisa meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Kazakhstan.

Secara Informal JK juga direncanakan untuk bisa meminta dukungan kepada negara negara anggota OKI untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Husein mengatakan Wapres JK memang ditugaskan oleh presiden untuk bisa melakukan pendekatan kepada negara anggota OKI untuk bisa menerima dukungan Indonesia menjadi negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

"Pak jokowi kasih tugas supaya gimana kita bisa masuk Dewan Keamanan PBB. Kesempatan harus digunakan untuk perjuangan diplomasi. Semua negara anggota disana," ujar Husein.