Ahad , 23 Juli 2017, 15:18 WIB

Wisata Melintasi Alam Dibuat di Hutan Situ Cibeurum

Rep: RIZKY SURYARANDIKA/ Red: Ilham Tirta
jambitourism.co.id
Hutan (ilustrasi).
Hutan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Lokasi wisata baru berupa olahraga lintas alam dan dipadukan dengan kegiatan dasar semi militer tengah dikembangkan di hutan Situ Cibeurum, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pengembangannya dilakukan komunitas masyarakat pecinta alam yang menamakan diri Jenggala.

Untuk meramaikan lokasi wisata olahraga tersebut, komunitas Jenggala mengadakan perlombaan halang lintas di medan berlumpur atau disebut Mudtrek. Ketua pelaksana lomba, Dikdik Hendrajaya mengatakan, lomba bertemakan Mudrek Lintas Alam Halang Rintang. Nantinya, kegiatan olahraga lintas alam itu akan diselenggarakan 26 Agustus 2017. Diperkirakan seribuan peserta akan meramaikan kegiatan itu.

"Kami sengaja mengemas agar para peserta bisa menikmati kesegaran alam dan sulit untuk melupakannya, sehingga rindu untuk melakukannya lagi," katanya pada wartawan, Ahad (23/7).

Ia menyebut, kegiatan mudtrek atau trek lumpur baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Garut. Ia meyakini seluruh lintasan berlumpur dan berbagai halang rintangan akan menambah keseruan peserta. Terdapat jalur sejauh lima kilometer akan dilalui peserta kurang lebih selama 3,5 jam dengan bermacam rintangan, yakni menyeberangi lumpur dengan tali, melewati jaring laba-laba, merayap di lumpur, sampai permainan zigzag bambu dan seluncuran lumpur.

"Kegiatan yang kami selenggarakan ini bukan lomba, tapi ajang senang-senang, tidak ada hadiahnya, tapi diakhir lomba ada doorprize yang akan diberikan," ujarnya.

Kegiatan tersebut terbuka untuk umum yang akan dibagi menjadi 350 kelompok, setiap kelompok beranggotakan tiga orang dengan batas usia minimal 16 tahun. Pendaftaran Jenggala Mudtrek di Garut mulai 17 Juli hingga 20 Agustus 2017 dengan biaya pendaftaran 300 ribu rupiah per kelompok.