Sabtu , 15 Juli 2017, 14:35 WIB

Soal TKP Penusukan Hermansyah, Ini Kata Jasa Marga

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Agus Yulianto
Istimewa
Mobil milik Hermansyah, pakar IT dari ITB yang menjadi korban pembacokan orang tak dikenal, Ahad (9/7). Mobil ini menjadi barang bukti dari kasus kekerasan tersebut (Ilustrasi)
Mobil milik Hermansyah, pakar IT dari ITB yang menjadi korban pembacokan orang tak dikenal, Ahad (9/7). Mobil ini menjadi barang bukti dari kasus kekerasan tersebut (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Jasa Marga sempat menghampiri lokasi Pakar IT ITB Hermansyah yang di KM 6 Tol Jagorawi dengan Ambulans milik mereka. Awalnya, kejadian penusukan tersebut dilihat oleh petugas konstruksi dari Kontraktor Pembangunan Light Transit (LRT).

"Korban atas nama Hermansyah yang sedang dikeroyok para pelaku ditemukan di lokasi kejadian KM 6 Jalan Tol Jagorawi arah Bogor," kata AVP Corporate Communications PT Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso melalui keterangan tertukisnya, Sabtu (15/7).

Saat itu, petugas konstruksi LRT tersebut baru selesai melaksanakan pemasangan balok landasan proyek LRT Cawang-Cibubur. Melihat kejadian tersebut dilihat orang lain, para pelaku kabur meninggalkan korban di tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas yang bukan merupakan petugas operasional Jasa Marga tersebut pun mendatangi TKP. Namun, karena tidak memiliki keahlian untuk menangani korban luka, ia kemudian menghubungi petugas patroli jalan raya (PJR) perihal kejadian tersebut.

"Petugas PJR yang mendapatkan informasi dari petugas konstruksi LRT, memerintahkan agar Petugas Ambulans Jasa Marga segera menuju ke lokasi kejadian," terang Heru.

Ketika ambulans dari Jasa Marga tiba di lokasi kejadian, korban telah dilarikan ke Rumah Sakit di daerah Depok. Sehingga, petugas Ambulans Jasa Marga tidak bertemu dengan korban.

"Jasa Marga senantiasa mendukung upaya penanganan kejadian di jalan tol Jasa Marga, untuk menuntaskan penyelidikan semua tindak kejahatan oleh Kepolisian," ucap Heru.

Ia juga mengatakan, untuk penuntasan kasus ini, Jasa Marga telah memberikan rekaman CCTV baik CCTV lajur maupun CCTV gerbang yang diminta oleh Kepolisian yang digunakan mengidentifikasi pelaku pengeroyokan.