Senin , 03 July 2017, 20:00 WIB

Penanganan Arus Balik di Bandara Soetta Diapresiasi

Red: Fernan Rahadi
Bandara Soekarno Hatta
Bandara Soekarno Hatta

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengecek langsung arus balik di Bandara Soekarno-Hatta pada Ahad (2/7) siang. Dalam kesempatan tersebut,  Dirjen yang mewawancarai sejumlah penumpang yang berada di conveyor belt kedatangan Terminal 1B dan 1C. 

Dirinya menyampaikan, kedatangannya ke conveyor belt untuk memastikan arus mudik kali ini dapat terkawal dengan baik. Adapun dilakukan di Terminal 1 karena prosentase arus balik mudik berada  di terminal domestik. 

"Saya tadi memonitor langsung ke conveyor belt pengambilan bagasi di Terminal 1.Saya lihat lancar, bisa dilihat langsung lebaran kali ini kita bisa mengawal, mengoperasikan penerbangan dan juga pelayanan yang semakin baik," tutur Agus Santoso  kepada wartawan, Ahad (2/7). 

Tepat pada hari ini atau H+6, menurut Agus, memang seluruh stakeholder telah memprediksi akan terjadi puncak arus balik. Sebab, besok sudah mulai beraktivitas kembali.  "Karenanya,  tadi saya sempat mewawancarai sejumlah penumpang. Alhamdulillah mereka bilang bagus pelayanannya, mereka juga bilang Ontime Performance kita sudah membaik.  Penumpang menunggu dengan tertib. Ini total dari 13 Bandara yang dikelola oleh  PT Angkasa Pura lancar," tuturnya. 

Dirjen Perhubungan Udara juga sempat melakukan video conference di Posko Utama Angkutan Lebaran Bandara Soekarno-Hatta dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan yakni Teten Masduki yang sedang di Binagraha. Saat ditanya wartawan terkait angka dalam arus mudik tahun ini, Dirjen mengatakan, untuk pergerakan pesawat terdapat kenaikan sekitar 6-7 persen jika dibandingkan dengan 2016 lalu. 

"Sedangkan pergerakan penumpang 12,88 persen.  Ini tertinggi jika dibanding dengan moda transportasi lain. Kesejahteraan masyarakat membaik,  sudah memiliki kemampuan untuk membeli tiket pesawat. Dahulu cukup beli tiket kapal laut, kini naik pesawat terbang.  indikator atas kenaikan bisa dilihat dari tahun sebelumnya, karena tahun lalu hanya tumbuh enam persen," ujarnya.

 

Sumber : Antara

Berita Terkait