Selasa , 16 May 2017, 09:23 WIB

Wapres Beri Kuliah di Oxford Soal Islam

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Guardian
Universitas Oxford
Universitas Oxford

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla bertolak ke Inggris pada Selasa (16/5). Dijadwalkan, JK akan memberikan kuliah umum di Universitas Oxford, Inggris. Materi yang diberikan, yakni Islam di Indonesia.

"Saya diundang untuk berbicara di Oxford. Mereka ingin mengetahui Islam di Indonesia itu bagaimana," ujar Jusuf Kalla, Selasa (16/5).

Jusuf Kalla mengatakan, para akademisi, ahli, dan diplomat di Inggris ingin mengetahui disaat dunia Islam terpecah belah, Indonesia justru bisa menjaga persatuan dengan baik. Selain itu, mereka juga ingin mengetahui bagaimana cara Indonesia mengambil jalan tengah terhadap berbagai permasalahan.

"Alhamdulillah bagi kita pentingnya adalah bagaimana mengalirkan paham bahwa islam bisa bersatu kalau diatur dengan baik," kata Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Jusuf Kalla meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar pilkada jangan menyebabkan bangsa Indonesia melupakan hal-hal yang lebih penting. Diharapkan dengan menjaga persatuan dengan baik, maka dapat menciptakan negara yang maju.

"Kita harapkan negara maju dengan persatuan yang baik, dalam suasana begini kadang-kadang perkiraan ataupun ada suasana yang saling curiga bangsa ini ataupun kurang pengertian, ya mari kita satukan kembali tujuannya jangan kondisi begini menyebabkan tujuan kebangsaan kita, yaitu masyarakat yang adil dan makmur (menjadi) terbengkalai," ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (15/5).

Seiring dengan berakhirnya pilkada, menurut Jusuf Kalla, semestinya seluruh persaingan dan permasalahan juga sudah selesai. Akan tetapi, saat ini permasalahan justru semakin menjalar, maka Jusuf Kalla mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk saling memaafkan dan tidak usah lagi dipersoalkan.

"Jangan karena pilkada menyebabkan begini, kalau mau memperpanjang tidak akan pernah habis karena bangsa ini besar kalau masih saling curiga. Karena perkara ini kan asal-usulnya dimulai di pilkada kemudian salinc ucap mengucap yang menyebabkan salah pengertian dan menjalar ke mana-mana," kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla berharap situasi seperti ini tidak menimbulkan disintegrasi bangsa. Namun, riak-riaknya sudah bisa terlihat jika seluruh elemen masyarakat tidak mengatur kembali silaturahim, saling bersinergi, dan mengatur kembali persatuan. Selain itu, seluruh elemen masyarakat dan para petinggi partai politik juga diimbau untuk saling menerima serta menghormati hasil pilkada dengan baik. Karena hal ini merupakan proses demokrasi.

"Sehingga tidak menimbulkan kalah menang, tetapi bagian daripada demokrasi dan seluruh masyarakat kembali bersatu melupakan perbedaan-perbedaan karena agama, perbedaan karena suku dan bangsa. Mari kita bersatu kembali," ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-75 tahun. Di usia 75 tahun, Jusuf Kalla bersyukur masih diberikan kesehatan dan akan meningkatkan amal ibadah, baik agama, negara, bangsa, dan keluarga.