Senin , 20 Maret 2017, 23:13 WIB

Laskar 08 Minta Pendukung Anies-Sandi Waspadai Potensi Kecurangan Pilkada

Red: Didi Purwadi
Republika / Darmawan
Pasangan calon Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, menyapa pendukungnya pada acara kampanye pencalonan dirinya di Jakarta, Ahad (5/2).
Pasangan calon Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, menyapa pendukungnya pada acara kampanye pencalonan dirinya di Jakarta, Ahad (5/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Laskar Prabowo 08 meminta seluruh pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mewaspadai kemungkinan terjadinya kecurangan di putaran kedua Pilkada Jakarta 19 April 2017.

"Kami imbau seluruh relawan dan pendukung Anies-Sandi untuk mewaspadai kecurangan di putaran kedua Pilkada DKI ini," kata Ketua Gerakan Laskar Prabowo 08 (GL Pro 08), Jimy CK, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Jimy menjelaskan indikasi kecurangan pada putaran kedua Pilkada DKI mulai terlihat dengan adanya sejumlah temuan di lapangan. Selain itu, Jimy menduga adanya penyesatan opini terhadap pemasangan spanduk larangan menshalatkan jenazah bagi pendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI.

Dia mencurigai opini itu sengaja dibesar-besarkan untuk memojokkan pasangan Anies-Sandi. "Kami curiga opini ini sengaja dibesar-besarkan untuk memojokkan Anies-Sandi," ujarnya dalam rilis yang dikutip Antara.

Ketua Presidium Relawan Agus-Sylvi for Anies-Sandi itu mengajak semua elemen pendukung pasangan calon nomor urut 3 itu untuk merapatkan barisan supaya pemilihan kepala daerah putaran kedua berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Hal itu, menurut dia, agar Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak diwarnai dengan cara-cara kotor untuk mencapai kemenangan.

"Jangan sampai pesta demokrasi dikotori oleh cara-cara kotor," ujarnya.

Dia menjelaskan pesan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yaitu menang dan kalah dalam kontestasi harus terhormat. Karena itu menurut dia, seluruh tim sukses dan relawan pasangan Anies-Sandi harus bersatu melawan cara-cara yang tidak sesuai Pancasila apalagi sampai mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sumber : Antara