Selasa , 28 Februari 2017, 20:58 WIB

TNI-Polri Kerahkan 7.084 Personel untuk Pengamanan Raja Salman

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Bayu Hermawan
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI dan Polri siap mengamankan kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia. Disamping itu, TNI Polri juga siap untuk mengamankan pelaksanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20.

"Tugas pengamanan VVIP ini tidak boleh dianggap ringan, sesuatu bisa terjadi. oleh karena itu TNI selalu mengantisipasi dan mewaspadai sejak dini," ujar Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi saat apel kesiapan pasukan gabungan pengamanan VVIP, di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jaksel (28/2).

Dalam kesempatan tersebut, Edy menjadi Panglima Komando Gabungan, juga menyinggung bom panci yang terjadi di Bandung, Senin (27/2). Edy menegaskan, pihaknya telah melakukan antisipasi ancaman dan kewaspadaan, salah satunya dengan diadakannya apel tersebut.

Meskipun terjadi ancaman teror jelang kedatangan Raja Salman, kata Edy, tidak akan ada penambahan pasukan. "Semua sudah diantisipasi, sampai saat ini tidak ada penambahan pasukan yang bertugas langsung dalam pengamanan VVIP ini," katanya.

Edy menuturkan, sebanyak 7.084 personil TNI-Polri dikerahkan untuk pengamanan kunjungan Raja Salman. Sedangkan untuk pengamanan KTT IORA ke-20 berjumlah 12.000 personil TNI-Polri.

"Untuk pengamanan Raja Arab Saudi mulai tanggal 1 sampai 9 Maret 2017 selanjutnya pelaksanaan KTT IORA mulai tanggal 5 sampai 7 Maret 2017," jelasnya.