Sabtu , 19 November 2016, 22:20 WIB

Bayaran Peserta Parade Bhinneka, Kebijakan Masing-Masing Kelompok

Red: Angga Indrawan
Republika/ Wihdan Hidayat
 Sejumlah elemen masyarakat mengikuti Parade Kebinekaan di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/11).
Sejumlah elemen masyarakat mengikuti Parade Kebinekaan di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu penyelenggara Parade Bhinneka Tunggal Ika, Budiman Sujatmiko, memastikan panitia tidak menyediakan uang transportasi kepada peserta. Dia pun menyebut bisa jadi soal bayaran kepada peserta merupakan kebijakan masing-masing kelompok.

"Masing-masing organisasi ada yang punya kas, tetapi kita tidak mengurus internal mereka," kata Budiman saat dihubungi, Sabtu (19/11) malam.

Budiman mengatakan massa Parade Bhinneka Tunggal Ika berasal dari berbagai elemen mulai dari organisasi, kumpulan petani, dan masyarakat sipil. Mereka datang atas keinginan sendiri.

Ada pun organisasi yang menyediakan uang transportasi, menurut Budiman, itu merupakan kebijakan masing-masing kelompok. Tetapi, katanya, panitia menegaskan tidak menyediakan imbalan dalam bentuk apa pun.

"Kita mengundang berbagai macam organisasi dan kelompok. Itu kebijakan masing-masing kelompok, tapi jelas dari panitia tidak memberikan (uang)," katanya.

Ia menambahkan penyelenggara akan mengadakan kegiatan serupa bertajuk kebudayaan dan Bhinneka Tunggal Ika. "Kita yang jelas akan evaluasi dulu, tetapi ini bukan (kegiatan) yang terakhir, belum bisa dipastikan waktunya, tetapi berkaitan dengan kebudayaan," ungkapnya.

Parade Bhinneka Tunggal Ika digelar pada Sabtu pagi di Bundaran Patung Arjuna Wiwaha dan Bundaran Tugu Tani sejak pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Tujuan aksi damai ini adalah merawat Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebinekaan Indonesia serta mempertahankan pemerintahan yang terpilih secara konstitusional dan menyerukan penegakan hukum yang tidak bisa diintervensi pihak mana pun.

Sumber : Antara