Senin , 13 Juni 2016, 22:50 WIB

4 Hal yang Diminta Menteri Jonan kepada Perusahaan Bus

Rep: Muhammad Nursyamsi / Red: Israr Itah
ROL/MGrol43
Menteri perhubungan Ignatius Jonan
Menteri perhubungan Ignatius Jonan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta empat hal yang harus dipenuhi Perusahaan Otobus (PO) saat masa operasi angkutan lebaran 2016.

"Saya minta, empat ini mesti diperbaiki: speedometer, kaca depan yang pecah, rem tangan, dan sabuk pengaman untuk pengemudi," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada pimpinan PO jelang masa operasi angkutan Lebaran di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/6).

Selain itu, untuk hal-hal seperti ban yang sudah gundul, hingga spion, menurutnya sudah menjadi kesadaran yang harus dipenuhi setiap PO.

"Enggak boleh bilang waktunya mepet untuk speedometer, rem tangan, kaca depan, dan sabuk pengaman sopir," lanjutnya.

Ia menyoroti seringnya kaca depan yang retak bahkan pecah akibat pelemparan batu atau benda-benda keras dengan motif iseng atau lainnya, harus disikapi lebih lanjut.

Jonan meminta Organisasi Angkutan Darat (Organda) menjalin koordinasi lebih aktif dengan Kepolisian untuk menjaga wilayah-wilayah yang rawan terjadinya pelemparan tersebut.

"Organda deh koordinasi dengan Polri. Kalau makin akut dan hanya mengeluh, pasti makin akut," ungkapnya. 

Selain itu, ia juga meminta PO mematuhi ketentuan yang berlakunya mengenai surat tanda nomor kendaraan (STNK) agar sama dengan nomor rangka mesin.

"Pak Dirjen Darat lapor ke saya, di Primajasa (Bandung) dari 24 bus katanya 18 bus STNK-nya enggak sama (dengan nomor rangka mesin)," kata Jonan menambahkan.