Rabu , 23 Maret 2016, 19:39 WIB

Menaker: Industri Harus Responsif terhadap Perkembangan Teknologi

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Winda Destiana Putri
Republika/Agung Supriyanto
Hanif Dhakiri
Hanif Dhakiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri kembali menanggapi aksi demonstrasi yang melibatkan moda tranportasi berbasis aplikasi online dan konvensional yang terjadi kemarin di berbagai wilayah Jakarta.

Menurut dia, isu hubungan industrial dari waktu ke waktu terus dinamis dan karena dewasa ini memang industri juga semakin kompetitif.

"Seperti kasus demo taksi. Itu sebenarnya menunjukkan persaingan bisnis itu semakin ketat, moda bisnis juga berubah," kata Hanif dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Rabu (23/3).

Hanif mengatakan perkembangan teknologi sudah tidak bisa dihindarkan. Ini perkembangan jaman dan memang industri pasti dituntut responsif terhadap perkembangan jaman.

Namun demikian, pemerintah berkepentingan untuk bisa memastikan lapangan kerja tetap bisa terjaga atau setidaknya ada alternatif solusi pemecahan masalahnya.

"Ada jenis pekerjaan yang hilang tapi ada juga jenis pekerjaan baru yang muncul," kata Hanif.

Hanif mencontohkan dulu masyarakat membaca koran, sekarang sudah muncul media online. Dulu masyarakat mengirim surat memakai kantor pos, menulis pakai pensil atau pulpen. Sedangkan hari ini masyarakat sudah memakai email, tidak perlu memakai jasa kantor pos lagi.

Menurut dia, dalam konteks hubungan industrial yang terpenting adalah apapun moda bisnisnya,  pemberi kerja dan pekerjanya harus jelas. Hak dan kewajiban masing-masing juga harus jelas.

"Intinya itu saja. Selama ini kalau masih bisa dijaga, aturannya disesuaikan, semuanya bisa hidup, saya kira enggak ada masalah yang nggak bisa diselesaikan," ujarnya.