Sabtu , 27 February 2016, 19:10 WIB

Ini Sikap Menhan Soal Lembaga Penyalur Dana LGBT

Rep: Lintar Satria/ Red: Achmad Syalaby
Republika/Rakhmawaty La'lang
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/12). (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/12). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak sesuai dengan karakter bangsa. Ryamizard menjelaskan, LGBT hanya akan memperlemah ketahanan bangsa.

"Ketok aja kepalanya!" kata Rymizard saat ditanya tentang lembaga penyalur dana promosi LGBT, usai memberi ceramah di Musyawarah Pimpinan Nasional III Kosgoro 1957 di Jakarta, Sabtu (27/2).

Ryamizard mengatakan semua penyimpangan akan memperlemah negara. Dia menjelaskan, tidak semua negara cocok dengan LGBT. "Kalau cocok dinegaranya, ya di negaranya aja,"katanya.

Meski demikian, Ryamizard mengatakan LGBT memang harus dilindungi. Hanya,  bentuk promosi terlebih dilakukan oleh pihak asing harus dicegah. 

Badan PBB United Nations Development Programme (UNDP) disebut telah mengalokasikan dana sebesar 8 juta dolar AS (sekitar Rp 108 miliar) untuk mendukung komunitas LGBT di Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat menyampaikan, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memanggil perwakilan UNDP di Indonesia guna menjelaskan perihal tersebut.

Dalam pertemuan dengan Bappenas, UNDP membantah telah memberikan dana bantuan untuk mendukung kegiatan komunitas LGBT di Indonesia. JK mengatakan, dukungan aliran dana UNDP untuk LGBT dilakukan di Thailand.