Sabtu , 27 Februari 2016, 18:18 WIB

Komunitas LGBT Diminta Contoh Komunitas HIV/AIDS

Red: Achmad Syalaby
Antara/Andreas Fitri Atmoko
 Massa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi terlibat kericuhan dengan petugas kepolisian saat menggelar aksi solidaritas untuk kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Jalan Sudirman, DI Yogyakarta, Selasa (23/2).
Massa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi terlibat kericuhan dengan petugas kepolisian saat menggelar aksi solidaritas untuk kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Jalan Sudirman, DI Yogyakarta, Selasa (23/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri Ebiyanto mengatakan, komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di kota itu tergolong tertutup. Karena itu, dia mengaku sulit untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang komunitas tersebut.

Di sisi lain, Ebiyanto justru memberikan apresiasi pada komunitas HIV/AIDS di Kediri yang dinilai lebih terbuka. Mereka juga bersedia untuk berobat dan ikut mengkampanyekan untuk HIV/AIDS.

Ia berharap, komunitas LGBT pun juga demikian. Dia meminta komunitas LGBT ikut mengonsultasikan masalah kelainan orientasi seksual tersebut sehingga tidak mengendap di dirinya sendiri.

Dia menjelaskan, LGBT bisa melanda pada semua usia baik yang sudah dewasa, remaja, bahkan anak kecil. Adanya masalah orientasi seksual itu juga bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya terpengaruh lingkungan.

Ia berharap, munculnya LGBT tersebut tidak semakin bertambah. Dia pun mengimbau jika merasa mengalami perubahan orientasi seksual, cukup hanya diketahui diri sendiri dan tidak menyebarkan ke orang lain.

"Orientasi itu bisa sejak kecil maupun muncul saat dewasa. LGBT menular atau tidak, yang jelas setop hanya pada diri sendiri dan tidak sebarkan orang lain," tegasnya, Sabtu (27/2).

 

 

 

Sumber : Antara