Kamis , 04 February 2016, 00:05 WIB

Bakamla Ungkap Modus Kapal Asing Mencuri Ikan

Red: Erik Purnama Putra
Republika/Erik PP
Kolonel Joko Triwanto dan Kolonel Waryoto.
Kolonel Joko Triwanto dan Kolonel Waryoto.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erik Purnama Putra

Kapal-kapal asing pencuri ikan memiliki modus unik dalam menjalankan operasinya. Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkap modus kapal asing dalam melakukan aksi mengambil ikan di lautan Indonesia.

Kasubdit Penyelenggara Operasi Laut Bakamla Kolonel Joko Triwanto menyatakan, kapal-kapal asing kerap beroperasi di wilayah perbatasan laut Indonesia. Menurut data citra satelit, kata dia, kapal asing berlayar di sekitar Samudra Pasifik dan masuk sampai 50 nautical mile atau 92,6 kilometer.

Menurut Jotri, panggilan akrabnya, kapal itu masuk ke perairan Indonesia melalui timur Pulau Miangas menuju perairan utara Papua. Dia mengungkap, setidaknya tujuh kapal terus dipantau Bakamla lantaran aktivitasnya mencurigakan.

"Ini kapal besar semua. Ada dari Cina, Jepang, dan Filipina. Bahkan yang dari China ini sudah berada di Indonesia selama sebulan. Posisinya sekarang di 50 nautical mile dari perbatasan," kata Jotri di Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut dia, hasil citra satelit menunjukkan tujuh kapal tersebut membawa setidaknya empat sampai lima kapal kecil (rumpon) untuk menangkap ikan. Tugas kapal besar sebagai indukan tersebut adalah untuk menampung tangkapan ikan.

Mantan komandan KRI Kapitan Pattimura itu mengatakan, kapal asing memilih beroperasi di perbatasan utara Indonesia bagian timur karena penjagaannya tidak ketat. Pun dengan Bakamla bakal kesulitan mengejar kapal pencuri ikan yang dilengkapi dengan sistem sonar dan radar canggih.