DPR Minta Buku Pelajaran PAUD Berisi Kekerasan Ditarik

Sabtu , 23 Jan 2016, 10:35 WIB
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Beny Ramdhani (kanan) menunjukkan tulisan yang berbunyi
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Beny Ramdhani (kanan) menunjukkan tulisan yang berbunyi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati menyoroti persoalan buku ajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berisi kata-kata atau kalimat-kalimat yang dinilai memiliki unsur ajaran kekerasan sebaiknya ditarik dari peredaran.

Isi dari kata-kata dan kalimat di buku PAUD itu sama sekali tidak kontekstual dengan usia anak-anak. "Semestinya, kata atau kalimat yang diajarkan kepada anak-anak berisi yang sesuai dengan usia anak-anak," kata dia di Jakarta, Sabtu (23/1).

"Pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap buku ajar harus lebih ditingkatkan. Apalagi kasus serupa kerap terjadi di lapangan," katanya.

Dia mengatakan, fungsi pendidikan yang berisi moral, akhlak dan penamaman nilai kebangsaan di sekolah-sekolah harus lebih esensial diajarkan terhadap anak didik. "Saya meyakini pendidikan merupakan salah satu cara untuk menangkal ajaran, paham serta tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku," ucap Reni.

Sumber : Antara