Selasa , 10 November 2015, 07:55 WIB

SBY Hadiri Konferensi Tingkat Tinggi WCES di London

Red: Erik Purnama Putra
Republika/Wihdan H
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Berbagai tokoh terkemuka termasuk mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi dan mantan Wakil Perdana Menteri Cina, Zeng Peiyan, diajadwalkan menghadiri KTT ke-7 World Chinese Economic (WCES) 2015 di London.

Siaran pers WVES yang diterima Antara di London, Selasa (10/11), menyebutkan Presiden keenam RI itu akan menyampaikan pidato utama penutupan KTT bertajuk 'China dan ASEAN akan membentuk New World Order' dalam WCES 2015 yang diselenggarakan Asian Strategy & Leadership Institute (ASLI) itu.

KTT yang untuk pertama kalinya digelar di luar kawasan Asia Pasifik itu akan berlangsung di tiga tempat yaitu Savoy Hotel, The House of Lords, Banqueting House Asia House dan Royal Istana Kensington, 10-12 November.

Acara tahunan bergengsi mempertemukan lebih dari 200 pembuat kebijakan, pengusaha, peneliti dan pemikiran-pemimpin dari seluruh dunia itu akan membahas topik sekitar tema utama tahun ini, 'Cina dan Dunia: Tempa Kemitraan Euro-Asia menuju Kemakmuran Bersama'.

KTT ini akan melihat bagaimana Cina, Diaspora Cina, ASEAN dan Inggris dapat menjalin kemitraan bisnis yang akan mendorong kemakmuran bersama dan pertumbuhan bisnis.

Pertemuan mencakup sejumlah sesi panel berfokus pada peran penting Cina dan tetangganya di Asia dalam bermain di ekonomi global, peran integral mereka akan mendorong pemulihan ekonomi regional dan dunia dan kesempatan untuk Inggris dan perusahaan Eropa yang disajikan Presiden Cina Xi Jinping Belt.

Dengan populasi lebih dari 600 juta kelas menengah tumbuh dan PDB gabungan sekitar 2,4 triliun dolar AS, ASEAN menjadi lebih penting bagi perekonomian dunia. Peluncuran Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) pada bulan Desember 2015 akan membangun ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi membuat daerah lebih dinamis dan kompetitif.

Tahun 2015 merupakan tahun yang penting bagi hubungan Inggris-Cina. Perjanjian bilateral dilakukan untuk mendorong pelaksanaan proyek-proyek investasi besar dan selama Inggris Menteri Keuangan Britania Raya George Osborne baru-baru ini mengadakan kunjungan ke Cina.

Sumber : Antara

Berita Terkait