Kamis , 09 April 2015, 17:30 WIB
Konferensi Asia Afrika 2015

Colenak Batal Jadi Hidangan di KAA, Ridwan Kamil Terkejut

Rep: c01/ Red: Bilal Ramadhan
ist
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memberi sambutan dalam acara peluncuran uji coba layanan 4G Bandung  di Paris Van Java, Bandung. Jumat(20/3).
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memberi sambutan dalam acara peluncuran uji coba layanan 4G Bandung di Paris Van Java, Bandung. Jumat(20/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Panganan lokal Colenak Murdi Putera yang pernah disajikan pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 lalu dikabarkan tidak boleh disajikan dalam peringatan KAA ke-60 mendatang oleh Staf ahli gizi dari Kementrian Sekretaris Negara (Kemensekneg).

Staff ahli gizi Kemensekneg khawatir jika panganan yang berasal dari tape tersebut dapat menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi pagi hari. "Kata siapa ditolak?" ujar Wali Kota Ridwan Kamil terlihat cukup terkejut di Balai Kota, Kamis (9/4).

Ridwan menyatakan, sepanjang pengetahuannya, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla justru meminta agar makanan yang disajikan saat menyambut para pemimpin negara dan delegasi negara-negar Asia-Afrika merupakan makanan lokal.

Karena itu, Ridwan menilai tidak ada salahnya jika colenak, bajigur atau panganan lokal lain disajikan untuk menyambut para tamu penting. "Yang saya dengar dari telinga saya, Presiden instruksikam harus banyak makanan lokal, kurangi makanan barat," lanjut Ridwan.

Ridwan menilai makanan-makanan lokal seharusnya bisa tetap disajikan untuk menyambut para pimpinan negara dan delegasi negara Asia-Afrika. Makanan-makanan tersebut dapat disajikan dengan bersama makanan-makanan non-lokal.

Makanan lokal, lanjut Ridwan, dapat dijadikan sebagai opsi bagi para tamu. Jika para tamu suka, mereka bisa menyantapnya, akan tetapi jika kurang cocok mereka masih memiliki pilihan menu lainnya. "Jangan sampai nggak ada (makanan lokal)," tutur Ridwan.