Kamis, 6 Muharram 1436 / 30 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sayuran Bandungan Terdampak Meterial Vulkanis Kelud

Jumat, 14 Februari 2014, 15:52 WIB
Komentar : 1
Abu vulkanik membumbung tinggi keluar dari Gunung Kelud terlihat di Desa Bladak, Blitar, Jatim, Jumat (14/2). (Antara/M Risyal Hidayat)
Abu vulkanik membumbung tinggi keluar dari Gunung Kelud terlihat di Desa Bladak, Blitar, Jatim, Jumat (14/2). (Antara/M Risyal Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN —- Dampak debu vulkanis erupsi Gunung Kelud yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang, Jumat (14/2), dirasakan petani sayuran di wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang.
 
Para petani harus ‘bekerja dua kali’ untuk bisa menjual sayuran hasil pertanian di pasar induk agrobisnis Ngasem ataupun pasar Jimbaran, setelah tanaman sayuran yang dipanen terkena debu vulkanis. “Setelah dipetik, kami harus mencuci terlebih dahulu daun- daun sawi yang tekena debu ini agar bisa dijual,” kata Sundarsih (42) warga Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
 
Ia mengaku, semua tanaman sawi yang dipanennya semuanya terkena abu vulkanis ini. Agar laku di jual kepada pengepul sayuran harus dicuci bersih terlebih dahulu di sungai desa. Dampaknya, sayuran yang dipetik ini terlambat sampai di pasar induk agrobisnis Ngasem. “Kalau tidak dicuci, tentu tidak akan laku ijual,” ungkapnya, saat ditemui di kawasan Desa Duren.     
 
Sementara itu, di Pasar Jimbaran dan Pasar Bandungan, Kecamatan Bandungan. Aktivitas perdagangan di dua pasar tradisional tersebut lebih sepi dibanding sebelumnya mengingat sepinya pembeli. Padahal, pada hari biasa, pasar ini tergolong ramai aktivitas, bahkan sering membuat arus lalu lintas di jalan utama pasar tersendat. Namun Jumat pagi ke-dua pasar ini tampak sepi dari bisanya.
 
Karena hujan abu sejak Jumat dini ahari, aktivitas pasar memang berkurang. “Banyak orang yang enggan beraktivitas. Tidak banyak orang di pasar, kecuali pedagang yang tetap berjualan,” jelas Hartanti (38), warga Desa Kenteng, Bandungan.
 
Kawasan Bandungan menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Semarang yang terparah terpapar debu vulkanis Gunung Kelud. Kepekatan hujan abu membuat jarak pandang menjadi terbatas.

Reporter : Bowo Pribadi
Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...

Berita Lainnya

Di Blitar, Masih Sering Terasa Gempa Kecil

Alhamdulillah, Wilayah Kelud Berawan dan Hujan Ringan

Ancaman Awan Panas Kelud Dalam Radius 10 KM