Senin, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gara-Gara Dibeli Bakrie, Muncul Gerakan Boikot Path

Selasa, 14 Januari 2014, 19:12 WIB
Komentar : 5
Recode.net
Path.
Path.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembelian sebagian saham akun sosial Path oleh grup Bakrie menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat. Tidak sedikit dari masyarakat yang mengecam aksi pembelian itu. Bahkan muncul gerakan untuk memboikot Path.

Gerakan bertitel "Boikot Path" mulai membanjiri akun jejaring sosial Twitter. Salah satu pengguna Twitter Andi Anas menilai, pembelian Path yang menghabiskan jutaan dolar amat menyakiti hati korban lumpur Lapindo.

"Bakrie invest miliaran di @path, lupa dg hutang perusahaan & kasus Lapindo. Sdkit idealis u/ boikot @path sbgai bntuk protes pd grup Bakrie!," tulis Andi di akun Twitter pribadinya.

Pandangan senada juga disampaikan masyarakat bernama Yohan Lase. Menurutnya lebih baik grup Bakrie mencicil tanggungjawabnya pada rakyat Sidoarjo yang menderita karena lumpur Lapindo. Bahkan kecaman tutut diarahkan pada Aburizal Bakrie.

"Buknanya menyelesaikan permasalahan para korban lumpur Sidoarjo malah investasi miliaran dolar di sosmed #path si @aburizalbakrie ,boikot #path."

Namun ada juga masyarakat yang tak sependapat dengan usulan boikot Path. "Yg un-install Path setelah dibeli Bakrie, besok pada boikot nonton siaran Piala Dunia juga gak ya?," tulis pengguna Twitter dengan akun bernama Rijkun.

Redaktur : Sammy Abdullah
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Ini Pengakuan Bagaimana TKI di Hongkong Disiksa Majikannya:

Kronologi Pertemuan Penolong dengan TKI yang Disiksa