Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

MTQ 2014 Diperkirakan Juni

Selasa, 07 Januari 2014, 00:25 WIB
Komentar : 1
Embong Salampessy/Antara
MTQ XXIV tingkat nasional di Ambon, Maluku.
MTQ XXIV tingkat nasional di Ambon, Maluku.

REPUBLIKA.CO.ID,TANJUNG PINANG--Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani mengatakan jadwal pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional ke-25 yang digelar di Batam sekitar bulan Juni 2014 belum ditetapkan.

"Jadwal pastinya belum diputuskan, yang jelas sekitar bulan Juni 2014," kata Sani di Tanjungpinang, Senin.

Sani mengatakan, dirinya beserta panitia daerah MTQ nasional akan melaporkan progres kegiatan atau persiapan pelaksanaan MTQ nasional di Batam kepada Meteri Agama Surya Dharma Ali pada Rabu (8/1). "Sekaligus nanti meminta kepada Menteri Agama untuk menetapkan kapan pembukaan MTQ nasional 2014," ujarnya.

Menurut Sani, secara umum persiapan MTQ nasional di Batam berjalan lancar, termasuk pembangunan astaka dan fasilitas pendukung lainnya. "Pembangunan fisik astaka MTQ sudah 70 persen, hanya tinggal memoles agar lebih indah," kata Sani.

Untuk akomodasi, menurut Sani Batam sudah siap menampung kafilah dari 34 provinsi.
Gubernur mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasional 2014 di Batam diharapkan mampu menunjukkan kalau kehidupan beragama di Batam berjalan sangat baik dengan masyarakat yang heterogen.

"MTQ nasional di Batam diharapkan juga mampu meningkatkan pembinaan kepada generasi muda agar gemar membaca Alquran selain menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan selama kegiatan," kata Sani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri yang juga panitia MTQ, Guntur Sakti mengatakan selama kegiatan MTQ berlangsung, pihaknya akan mengelar pameran peradaban Islam di Kepri yang juga dipadukan dengan pekan ekonomi kreatif.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...