Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ruhut: Tak Ada Damai dengan Boni

Senin, 09 Desember 2013, 17:19 WIB
Komentar : 2
Republika /Tahta Aidilla
Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan tidak akan berdamai dengan pengamat politik Boni Hargens. Ruhut mengatakan ia tidak mengucapkan kata rasis dalam perbincangan di satu stasiun televisi swasta.

"Mau damai, nggak ada damai,’’ ujar Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (9/12).

Ruhut mengatakan hanya menyebut Boni sebagai pengamat hitam. Kata Ruhut, Boni menyebut pemerintahan SBY selama sembilan tahun gagal. Hal itu sebut Ruhut tidak sepadan, karena membandingkan SBY dengan Jokowi.

"Masak Jokowi baru memimpin Jakarta selama setahun dibilang berhasil,’’ ujar Ruhut.

Hal inilah yang disebutnya sebagai pengamat hitam karena tidak sesuai dengan fakta.


Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Hazliansyah
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...

Berita Lainnya

DPR: TR Penundaan Jilbab Polwan Harus Direvisi

Pengamat Nilai Paket Bali Cederai Undang-Undang

JK: Obat Terindikasi Haram Harus Diperiksa