Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kemendag Terus Sosialisasikan Mainan Anak SNI

Jumat, 08 November 2013, 00:31 WIB
Komentar : 0
  Seorang ibu memilih mainan untuk anaknya di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (9/8).  (Republika/ Yasin Habibi)
Seorang ibu memilih mainan untuk anaknya di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (9/8). (Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus melakukan sosialisasi kepada produsen dan suplier mainan anak untuk memproduksi mainan sesuai standar nasional industri (SNI). Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti mengakui suplier mainan masih kesulitan mendapatkan label SNI dari lembaga sertifikasi produk (LS Pro).

"Kita paham masih terbatas. Tapi pemerintah ingin berkomunikasi terus dengan semua pihak," ujar Bayu di sela acara Indonesia Investment Summit 2013, Kamis (7/11).

Kementerian memang sudah menetapkan SNI untuk mainan anak melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/PER/4/2013 tentang pemberlakuan standar nasional industri (SNI) Mainan Anak. Namun kementerian masih memberi kelonggaran bagi suplier sampai Mei 2014. Hingga saat itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi dan mengajak semakin banyak pembangunan LS Pro.

Bayu juga mengharapkan adanya kontribusi kampus untuk terlibat dalam sertifikasi SNI. Dukungan dari universitas akan membantu pengembangan sertifikasi di Indonesia, terutama melalui keterlibatan sarjananya untuk LS Pro.

Tidak hanya untuk mainan, tetapi juga SNI lain termasuk Sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) dan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). "Banyak sekali kegiatan verifikasi dan akreditasi yang berujung pada sertifikasi," kata Bayu.

Bayu mengaku, saat ini tidak mengetahui berapa jumlah suplier mainan anak. Saat ini suplier masih bisa memasukkan pasarnya ke toko ritel. Namun jika aturan ditegakkan, seluruh suplier sudah harus memiliki label SNI. "Kita tidak mau mematikan penjualan karena nilainya cukup besar. Tapi kita ingatkan suplier pada saatnya nanti aturan harus ditegakkan," ujar Bayu.

SNI mainan anak yang tertuang dalam peraturan menteri diantaranya tidak boleh memiliki tepi tajam dan tidak mengandung bahan yang dikatergorikan setara formalin. Mainan anak yang terpisah harus disertai petunjuk jelas untuk memainkannya dan tidak boleh ditujukan untuk anak di bawah umur tiga tahun.

Reporter : Friska Yolanda
Redaktur : Dewi Mardiani
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...