Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menkokesra: Jumlah Kematian Ibu Melahirkan Meningkat

Sunday, 29 September 2013, 13:24 WIB
Komentar : 2
Antara/Rosa Panggabean
Agung Laksono
Agung Laksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengatakan, hasil survei demografi dan kesehatan 2012 menunjukkan angka kematian ibu melahirkan masih tinggi yakni 359 per 100 ribu kelahiran.

"Angka tersebut bahkan meningkat dibanding hasil survei tahun 2007 yakni 228 per 100 ribu kelahiran hidup," kata Agung Laksono ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Sabtu (28/9).

Untuk itu, kata Menko, semua pemangku kepentingan harus meningkatkan perhatian guna menurunkan angka kematian ibu. "Jadikan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu sebagai prioritas utama," katanya.

Agung Laksono juga menambahkan, angka kematian ibu harus diturunkan sesuai dengan target pembangunan milenium (MDGs) tahun 2015 yakni 102 per 100 ribu kelahiran hidup. Menurut Agung, sangat masuk akal jika SDKI 2012 mencatat rata- rata AKI melonjak.

Pasalnya, sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk menekan kematian ibu melahirkan seperti program Jaminan Persalinan (Jampersal) diakui kurang berhasil. Selain itu, sejak otonomi daerah, dukungan pemerintah daerah pada program KB memang jauh menurun.

Hal ini terlihat dari prioritas anggaran dan program kerja bidang kesehatan di kabupaten dan kota yang masih rendah. Untuk itu, Agung meminta semua pemerintah daerah untuk meningkatkan perhatian pada permasalahan tersebut.

"Kepala daerah harus memperhatikan masalah peningkatan angka kematian ibu di daerahnya masing-masing," katanya.

Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...