Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

3,8 Juta Guru di Indonesia Bakal Mogok Mengajar

Friday, 27 September 2013, 17:01 WIB
Komentar : 34
Ketua Umum PGRI Sulistiyo
Ketua Umum PGRI Sulistiyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semua guru di Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan mogok tak mengajar pada Sabtu, 5 Oktober 2013. Jumlahnya diperkirakan sekitar 3,8 juta guru. 

Ketua Umum PGRI Sulistiyo mengatakan guru sepakat untuk menggelar aksi damai berupa doa bersama. Ini dilakukan karena banyak persoalan guru dan tenaga kependidikan yang belum diselesaikan oleh pemerintah. 

''Aksi doa bersama dan tak mengajar ini, akan dilakukan secara bersamaan di semua daerah,'' kata Sulistiyo kepada wartawan, Jumat (27/9).  

Sulistiyo mengatakan doa bersama digelar pada 5 Oktober karena bertepatan dengan hari guru internasional. Sekitar pukul 10.00 WIB, guru PGRI, di daerahnya masing-masing akan berdoa selama 10 menit. 

''Kalau PGRI pengurus pusat akan menggelar doa bersama di kantor PGRI. Pengurus provinsi, di gedung PGRI provinsi, kabupaten di kabupaten, dan pengurus ranting berdoanya di sekolah,'' ujarnya.

Sulistiyo menyampaikan, aksi damai dilakukan, karena PGRI menghimpun banyak persoalan guru dan dosen yang belum terselesaikan. Padahal, PGRI  sudah berkali-kali mengirimkan surat ke menteri sampai presiden.

Persoalan tersebut, kata dia, diantaranya masalah impassing guru swasta pemerintah akan menyelesaiakan tapi ternyata tak diganti penyetaraan. Masalah lainnya, pembayaran tunjangan profesi, sistem kenaikan pangkat dan menyelesaikan guru honor, akan dibuat tim bersama kementerian dan PGRI. 

''Ternyata, SK (surat keputusan) menterinya, belum dibuat,'' kata SulistIyo. 

Dikatakannya, berbagai upaya terus dilakukan tapi belum menunjukkan hasil. Perhatian pemerintah daerah terhadap guru pun, minim. Pemerintah, pernah berjanji akan mensubsidi guru honor sebesar penghasilan minimal. 

''Doa ini untuk memacu agar pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan itu. Kami sudah krim surat ke provinsi dan Mabes terkait aksi ini,'' paparnya. 

Reporter : Arie Lukihardianti
Redaktur : Citra Listya Rini
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...

Berita Lainnya

Lima Perahu Tenggelam dan Dua Nelayan Hilang

Belum Cairkan Klaim Asuransi AQJ, Ini Alasan Prudential

Wow, Wapres Berpantun