Kamis, 2 Zulqaidah 1435 / 28 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kecelakaan Jagorawi, Seluruh Penumpang Grand Max Tewas

Minggu, 08 September 2013, 15:59 WIB
Komentar : 2
TMC Polda Metro Jaya
Kecelakaan beruntun di tol Jagorawi yang melibatkan anak Ahmad Dhani Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul. Dalam kejadian ini enam orang tewas
Kecelakaan beruntun di tol Jagorawi yang melibatkan anak Ahmad Dhani Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul. Dalam kejadian ini enam orang tewas

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI -- Pihak Kepolisian menyatakan korban tewas akibat kecelakaan beruntun di KM 8.200 B Tol Jagorawi, Ahad (8/9), sekitar pukul 00.45, mencapai enam orang.

Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, seluruh penumpang minibus Daihatsu Grand Max meninggal.

''Ada enam orang di dalam minibus Daihatsu Grand Max, semuanya meninggal,'' kata dia, Ahad (8/9).

Rikwanto melanjutkan, enam orang yang meninggal itu dibagi menjadi empat orang meninggal ditempat, dan dua orang meninggal di Rumah Sakit, termasuk supir yang bernama Rudi. Sementara, tujuh orang yang berada di mobil Toyota Avanza yang dikendarai Hendro, selamat tapi mengalami luka-luka.

Selain itu, awak yang berada di dalam mobil Lancer ada dua orang. Supir dikenali bernama Abdul Qodir Jaelani dengan seorang temannya bernama Noval.

''Di mobil Lancer ada dua orang, Abdul Qodir dengan temannya Noval,'' kata dia.

Diketahui, mobil Lancer B 80 SAL yang dikemudikan Dul menabrak pagar pemisah, sehingga masuk jalur berlawanan. Tidak hanya itu, mobil Kemudian bertabrakan dengan Daihatsu Grand Max yang datang dari arah utara. Akibat hantaman itu, mobil Toyota Avanza B 1882 UZJ juga ikut tabrakan.


Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Heri Ruslan
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Pengamat: Usia Dul Belum Siap Kemudikan Roda Empat

Menperin: WTO Anjurkan Kesepakatan Antara Pengusaha dan Buruh