Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pekan Depan Pelantikan Panglima TNI Baru

Tuesday, 27 August 2013, 21:26 WIB
Komentar : 3
Antara
Jenderal TNI Moeldoko
Jenderal TNI Moeldoko

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto memperkirakan pelantikan Panglima TNI yang baru akan digelar pekan depan di Istana Negara. Apalagi, calon panglima baru yakni KSAD TNI, Jenderal Moeldoko telah disetujui secara aklamasi oleh DPR.

"Pelantikan secepatnya. Mungkin minggu depan," kata Djoko di Jakarta, Selasa (27/8). 

Lewat sidang paripurna DPR, Moeldoko telah mendapatkan persetujuan seluruh anggota legislatif. Dengan persetujuan itu, maka Jenderal TNI Moeldoko yang diajukan sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tinggal menunggu pelantikan.

Nantinya, Moeldoko akan menjabat sebagai Panglima TNI menggantikan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Pimpinan DPR pun akan segera melayangkan surat kepada presiden atas hasil keputusan Sidang Paripurna.

Seperti diketahui, Laksamana TNI Agus Suhartono akan memasuki masa pension pada 23 Agustus mendatang. Dia menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia sejak 28 September 2010 menggantikan Jenderal Djoko Santoso. 

Adapun Moeldoko baru diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada pertengahan Mei tahun ini. Ia menggantikan KSAD, Jenderal (purn) Pramono Edhie Wibowo yang pension. Moeldoko, lahir di Kediri, Jatim, 8 Juli 1957. 

Sejumlah jabatan pernah diemban jendral bintang empat ini, mulai dari Sespri Wakasad, Danrem 141 Tanjung Pura, Kasdam Jaya, Panglima Divisi I Kostrad, Pangdam Tanjung Pura, Pangdam Siliwangi, Wagub Lemhanas, Wakasad, hingga KSAD.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Citra Listya Rini
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Salim Said: Komunis, Paham Ideologi yang Sudah Bangkrut
 JAKARTA -- Paham komunis sempat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Akan tetapi Prof. Dr Salim Said menilai ideologi tersebut sudah bangkrut saat ini. Meski...

Berita Lainnya

Kemnakertrans Bangun Kampung Inggris di Lokasi Transmigrasi Kalsel