Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Lembaga yang Diduga Lakukan Pungli

Sabtu, 24 Agustus 2013, 08:53 WIB
Komentar : 1
obrolanbisnis.com
Pungli (ilustrasi)
Pungli (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sejumlah Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) di wilayah Jabodetabek diduga telah melakukan pungutan liar pada masyarakat yang mengurus perizinan. Hal itu diketahui dari laporan masyarakat ke Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik, Ombudsman RI.

Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman, Budi Santoso mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan investigasi ke sembilan BPLHD di Jabodetabek. Dari hasil investigasi diketahui, para pelaku usaha yang mengurus perijinan harus menyusun dokumen lingkungan berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL UPL) dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Dokumen lingkungan itu kemudian disesuaikan dengan status usahanya, apakah termasuk kategori wajib AMDAL, UKL-UPL atau cukup SPPL.  

Namun demikian, tidak semua pelaku usaha memahami tentang penyusunan dokumen lingkungan tersebut. Sebab, tidak semua perusahaan memiliki bagian organisasi yang menangani persoalan lingkungan. Akibat ketidakpahaman itu, para pelaku usaha terpaksa menggunakan jasa pihak ketiga (konsultan).

"Sebenarnya tidak ada masalah dengan hal tersebut. Tapi dari temuan sementara di lapangan, penggunaan jasa pihak ketiga (konsultan) itu sudah diarahkan/ditentukan oleh oknum pegawai BPLHD termasuk dengan varian biaya yang sangat tidak masuk akal," ujarnya. Sehingga, kata dia, tidak ada opsi lain bagi pelaku usaha untuk memilih dan menentukan sendiri pihak ketiga yang dimaksud.

Lebih lanjut, Budi menerangkan, investigasi tersebut berlangsung pada Mei-Juni 2013 di sembilan Kantor BPLHD se-Jabodetabek. Saat ini, temuan dan hasil investigasi itu sedang dalam tahap finalisasi untuk kemudian disampaikan kepada BPLHD terkait dan masyarakat pada pekan depan. 

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Endah Hapsari
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...

Berita Lainnya

RI Menang Atas Kasus Rokok Kretek AS