Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kritis, Empat Bayi Kembar Lima Masih Berjuang Hidup

Kamis, 22 Agustus 2013, 13:16 WIB
Komentar : -1
Kaki bayi (ilustrasi)
Kaki bayi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Empat dari bayi yang kembar lima hingga kini kondisinya masih kritis. Dokter yang menangani bayi-bayi tersebut mengatakan, sulit untuk mempertahankan bayi kembar lima yang lahir pada usia kandungan hanya enam bulan itu.

Terlebih, bobot bayi-bayi buah cinta Bagus (37) dan Enita (31) itu kurang dari 500 gram. Bayi pertama yang berjenis kelamin laki-laki hanya memiliki bobot 472 gram. Bayi kedua laki-laki berat tubuhnya 459 gram.

Bayi ketiga, yang berjenis perempuan, memiliki bobot tubuh paling kecil, yaitu hanya 353 gram. Sementara, bayi keempat dan kelima yang keduanya laki-laki, memiliki bobot tubuh 499 gram dan 483 gram.

Direktur Medis dan Keperawatan Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita, Didi Danukusumo mengatakan,  keempat bayi yang lahir pada Selasa (20/8) lalu itu masih berada di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSAB Harapan Kita. Mereka, masih menggunakan alat bantu pernapasan.

"Bayi seperti ini penanganannya tidak mudah. Di negara maju seperti Amerika Serikat saja, penanganan bayi kecil ekstrem hasilnya tidak pasti. Karenanya kami tidak bisa menjanjikan," ujar dia dalam konferensi pers di ruang sidang RSAB Harapan Kita, Kamis (22/8). 

Menurut Didi, karena bayi-bayi itu lahir di usia kandungan tujuh bulan, maka paru-paru mereka belum matang. Sehingga, kata dia, problem utama yang akan dihadapi adalah gagal napas. Masalah itu pula yang dihadapi oleh bayi kedua hingga tidak bisa diselamatkan.   

"Bayi kedua mengalami gagal napas karena paru-paru belum siap. Sistem saluran cerna dan hatinya juga begitu, sehingga rentan terinfeksi dan mengalami hypotermia," tambah Didi. 

Menurut dia, bayi-bayi mungil itu kini masih harus berjuang untuk melewati masa kritis selama tujuh hari. Namun demikian, lanjut Didi, setelah lewati masa kritis pun tidak bisa dipastikan apakah bayi-bayi itu bisa berkembang dengan sempurna atau tidak. 

"Kita akan rawat bayi-bayi itu sampai semampunya. Segala upaya kita optimalkan untuk selamatkan bayi," kata dia.

 

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...

Berita Lainnya

Mendikbud: Kurikulum 2013 Berjalan Efektif 19 Agustus

Sopir Bus Giri Indah Maut Ditetapkan Jadi Tersangka