Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register
  •  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  •  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  •  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Presiden SBY memberikan bendera kepada Adelena Tesalonika saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  •  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Proses pengibaran bendera merah putih berlangsung saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  •  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Paspampres mengiringi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  •  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyapa tamu undangan di sela-sela upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Paspampres berbaris saat upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). (Republika/Aditya Pradana Putra)

In Picture: Upacara HUT ke-68 RI di Istana Negara

Sabtu, 17 Agustus 2013, 19:06 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8).

Redaktur : Mohamad Amin Madani
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar