Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Harga Daging Sapi Turun, Bos Artha Graha Gembira

Selasa, 30 Juli 2013, 14:04 WIB
Komentar : 1
Republika/Wihdan Hidayat
Daging sapi
Daging sapi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilik Artha Graha Grup Tomy Winata mengaku gembira dengan terkoreksinya harga daging sapi yang beredar di masyarakat ke nilai harga yang mendekati normal, yaitu Rp 65 ribu per kilogram (kg) dari semula yang mencapai Rp 100 ribu per kg. "Kami hanya ingin agar masyarakat kurang mampu bisa membeli daging sesuai dgn harga yang wajar. Kasihan rakyat kita kalau selalu jadi korban spekulan," katanya melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (30/7).

Pendiri Artha Graha Peduli (AGP) itu membuat gebrakan dengan menjual daging sapi impor murah ke pasar. Tomy menggelontorkan daging sapi pekan lalu dengan harga Rp 70 ribu per kg. Sekarang harga tersebut turun lagi dimana warga bisa membeli dengan harga Rp 65 ribu per kg. Penjualan daging murah ini akan berlangsung hingga menjelang Idul Fitri 1434 Hijriyah.

Tomy mengatakan spekulan daging itu membuat harga tinggi dan pada akhirnya pemerintah yang kena getahnya. "Ulah spekulan-spekulan tersebut berdampak pada marahnya rakyat yang kurang mampu," ujarnya.

Tomy mengaku tujuan utamanya adalah membantu menstabilkan harga, bukan untuk berbisnis daging, apalagi mencari untung. Dengan harga daging yang mendekati normal, maka dia puas karena "mission accomplished". Harga daging AGP bisa Rp 65 ribu per kg, lanjutnya, karena harga beli sekarang juga sudah lebih murah dan pihaknya membeli di lokal dari importir dan distributor. "Kalau semua pihak mau mengurangi untung sedikit saja maka harga daging pasti lebih terjangkau oleh masyarakat menengah," tambahnya.

Sekarang ini, menurut Tomy, AGP baru pada tahap mendukung masyarakat agar bisa membeli daging dengan daya beli yang lebih terjangkau. "Seharusnya ke depan andai dengan nilai tukar rupiah atas dolar sampai 11 ribu pun tidak ada alasan harga daging rakyat melampaui harga Rp 65 ribu," katanya.

Menjawab pertanyaan mengapa AGP terlibat dalam penyaluran daging sapi impor murah ini, Tomy mengatakan pihaknya lahir dan dibesarkan di Indonesia. Ia mencari nafkah dan berkarya di Indonesia. "Maka saat kondisi Indonesia sedang dihadapkan kesulitan seperti harga daging sapi melonjak, maka kami bersama-sama pemerintah wajib ikut membantu. Ini adalah salah satu cara membayar kembali kepada Indonesia yang telah melahirkan dan membesarkan saya," katanya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Obama Bertemu Netanyahu, Ada Apa?
NEW YORK -- Dari Sidang Umum PBB di New York, sebelum kembali ke Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mampir ke Washington DC...

Berita Lainnya

Mbah Rono: Gunung Merapi Sekarang Agak Sedikit Genit

Pemerintah Diminta Beli Alat Proteksi Penyadapan

Dirjen: Tahun 2018 Dana Haji Terkumpul Mencapai Rp 98 Triliun