Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menkes Nasihati Bupati Befa karena Tolak KB

Monday, 22 July 2013, 14:38 WIB
Komentar : 1
Antara
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi

REPUBLIKA.CO.ID, LANNY JAYA -- Program Kabupaten Lanny Jaya untuk melarang keluarga berencana (KB) di masyarakat pegunungan di Papua ditampik oleh pemerintah pusat.

Menteri Kesehatan  Nafsiah Mboi pun menjelaskan, pengalamannya selama belasan tahun sebagai ibu kader PKK membuatnya perlu meluruskan pandangan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom.

"Kalau tidak ada keluarga berencana dan ibu melahirkan setiap tahun maka resiko melahirkan akan tinggi dan anak yang dilahirkan tidak sehat. Saya yakin yang diinginkan Bapak Bupati bukan banyak anak untuk mengisi tanah Papua, tapi banyak anak yang bermutu dan berkualitas," jelasnya.

Menurutnya, solusi penanganan tingginya angka kematian adalah dengan meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat. Demikian juga dengan mendidik para pemuda Papua agar menghindarkan diri dari pola pergaulan hidup bebas.

Dengan menghindari pergaulan bebas tentunya akan menurunkan angka terjangkitnya virus AIDS dan HIV. Sedangkan program memperbanyak anak dengan membiarkan pergaulan bebas tentu bukanlah solusi yang bijak.

Dia menjelaskan, saat ini, masyarakat pegunungan di Papua seluruhnya mengandalkan RSUD yang berada di Wamena. Masyarakat terpaksa berobat ratusan kilometer menempuh jalur pegunungan untuk berobat.

Segelintir mereka yang mempunyai ekonomi berada bisa naik pesawat, namun masyarakat awam pada umumnya harus menempuh jalur darat yang melelahkan. "Sekarang rumah sakit kami penuh. RS di Jayawijaya tempat seluruh kami berobat di Pegunungan," kata Befa.

Kedepan, Befa mengatakan akan membangun rumah sakit khususnya di Tiom sebagai ibukota Lanny Jaya. Dengan adanya rumah sakit, akses masyarakat yang ingin berobat akan lebih mudah dan tak perlu jauh-jauh ke kota.

Saat ini di Kabupaten Lanny Jaya tingkat pelayanan kesehatan masih sangat rendah. Hal itu disebabkan terbatasnya jumlah tenaga medis dan para medis, ditambah lagi rendahnya kesadaran tenaga medis itu sendiri dalam tugas dan pengabdian.

Akibatnya, dapat terlihat dengan rendahnya angka harapan hidup ibu melahirkan, angka kematian lebih tinggi dan angka kelahiran, serta tingginya angka kematian akibat HIV/AIDS yang terus meningkat.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Andien Lebih Ngepop di Album Baru
JAKARTA --  Andien meluncurkan album keenamnya, "Let It Be My Way". Di album teranyarnya ini, Andien coba menyuguhkan alunan musik yang berbeda dari...

Berita Lainnya

Penumpang Bandara Soekarno Hatta Bakal Meningkat 10 Persen