Wednesday, 1 Zulqaidah 1435 / 27 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

MUI: Polwan di Aceh Saja Bisa Berjilbab, Kenapa di Provinsi Lain Tak Boleh?

Tuesday, 04 June 2013, 17:16 WIB
Komentar : 3
Antara/Eric Ireng
Seorang polwan anggota Sat Lantas Polrestabes Surabaya, membagikan brosur Sosialisasi Mudik Aman kepada penumpang bus di Terminal Purabaya Bungurasih Surabaya, Jatim, Jumat (26/8).
Seorang polwan anggota Sat Lantas Polrestabes Surabaya, membagikan brosur Sosialisasi Mudik Aman kepada penumpang bus di Terminal Purabaya Bungurasih Surabaya, Jatim, Jumat (26/8).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wakil Sekretariat Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnaen sangat menyayangkan polisi wanita (polwan) tidak boleh mengenakan jilbab.

Menurut dia, polwan di Aceh saja diwajibkan mengenakan jilbab.  ''Mengapa hal itu bisa terjadi hanya di provinsi tersebut dan bukan pada  seluruh wilayah Indonesia. Jika alasannya mengenai kebijakan otonomi daerah khusus, mengapa tidak bisa diperlebar kebijakan ini pada tingkat nasional,'' ujar Tengku.

Tengku menegaskan, mayoritas penduduk Indonesia, yang juga beberapa diantaranya bekerja sebagai polisi wanita, adalah muslim, yang wajib mengenakan jilbab.

Ia berharap jika memang ada kesadaran dari para polwan untuk mengenakan jilbab, sebaiknya tidak ada pelarangan dalam hal ini.

Reporter : Rosita Budi Suryaningsih
Redaktur : Heri Ruslan
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jakarta Butuh Ketahanan Air
JAKARTA -- Air baku di Jakarta semakin tak berimbang dengan kebutuhan masyarakatnya. Herawati Prasetyo, Wakil Presiden Direktur Palyja mengatakan Rabu (27/8), selama ini...