Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pernikahan Agung Yogyakarta Tampil di Beijing

Sabtu, 27 April 2013, 09:32 WIB
Komentar : 2
Antara
Prosesi persiapan pernikahan puteri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara, Ahad (16/10). GKR Bendara memasuki kamar Bangsa Sekar Kedaton
Prosesi persiapan pernikahan puteri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara, Ahad (16/10). GKR Bendara memasuki kamar Bangsa Sekar Kedaton

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING---Pernikahan agung adat Yogyakarta ditampilkan di Beijing, untuk memperkenalkan salah satu kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional umumnya dan China khususnya.

 

Pernikahan agung adat Yogyakarta tampil dalam rangkaian "Indonesian Cultural Heritage Exhibition 2013", di hadapan sekitar 200 tamu yang terdiri atas duta besar perempuan, para istri duta besar asing, anggota ASEAN Ladies' Circle, demikian siaran pers KBRI Beijing, Sabtu.

Prosesi pernikahan diawali dengan acara siraman pengantin puteri, dimulai dengan sungkeman sebagai permohonan izin dan wujud bakti anak kepada orang tua, serta restu orang tua terhadap anak sebelum memasuki masa pernikahan.

Orang tua pengantin puteri mencampurkan air yang berasal dari 7 sumur sebagai simbol kesejahteraan. Acara siraman pengantin dimulai dari orang tua pengantin diikuti oleh para tamu kehormatan. Mereka itu adalah istri Duta Besar RI untuk China, Ny Sri Nuraeni Cotan, diikuti istri Duta Besar Kamboja, Mme. Khek Caimealy Sysoda, dan istri Duta Besar Finlandia, Mme. Brigitta Backstrom. Upacara siraman diakhiri dengan pemotongan rambut pengantin dan pemecahan kendi sebagai simbol pecahnya pamor pengantin putri.

Sri Nuraeni Cotan, isteri Duta Besar RI untuk China selaku tuan rumah, mengatakan Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam, termasuk tata upacara adat pernikahan. "Pernikahan adat Jawa yang ditampilkan kali ini hanyalah salah satu dari tata upacara adat pernikahan yang dimiliki oleh Indonesia", katanya.

 

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...