Wednesday, 7 Zulhijjah 1435 / 01 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Soal Miss World, MUI: Kami Tak Mau Kompromi!

Sunday, 21 April 2013, 18:34 WIB
Komentar : 3
Miss World
Miss World

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tidak mau kompromi dengan segala bentuk pagelaran Miss World di Indonesia. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional, KH Muhyiddin Junaidi mengatakan pihaknya tidak mau kompromis terhadap penolakan yang gencar dilakukan MUI.
 
"Kita tidak mau kompromi, walaupun acara tersebut diatur bagaimanapun agar sesuai dengan budaya timur," kata Muhyiddin kepada Republika di Jakarta, Ahad (21/4).
 
Menurutnya, bagaimana pun bentuk pelaksanaanya, kontes Miss World akan tetap banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Nilai hedonisme dan materialisme warisan Yunani dan Romawi kuno, sangat terlihat kental dalam pelaksanaan ajang berkelas internasional itu.
 
Padahal, ujar Muhyiddin, umat Islam Indonesia sudah sering melontarkan penolakan segala bentuk ajang pengumbaran aurat tersebut di luar negeri. Tapi herannya, masih ada orang yang berusaha mencoba-coba melaksanakannya di Indonesia.
 
"Apalagi itu dilaksanakan di Indonesia, terlebih di Jawa Barat. Dimana nilai spiritual dan local wisdom masyarakatnya masih kental," Muhyiddin menegaskan.
 
Menurut salah satu pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, kalau alasan pelaksanaan hanya untuk menambah kunjungan wisatawan. Ini alasan yang sangat salah. Ia mengungkapkan, untuk apa menambah wisatawan kalau kemudian harus mengorbankan nilai spiritual dan budaya ketimuran yang dipegang masyarakat sunda selama ini.
 
Karenanya, ia menegaskan, MUI sampai kapan pun tetap menolak pelaksanaan Miss World itu di Indonesia, terlebih di wilayah Jawa Barat. "Umat Islam harus protes keras terkait pelaksanaan ini, terlebih ini terkait dengan harga diri umat Islam dan budaya timur kita," ujar Muhyiddin.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Citra Listya Rini
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Warna Tajam' Pesona Khas Batik Madura
Madura -- Tak hanya dikenala sebagai penghasil garam, ternyata Madura juga memiliki batik yang mempesona. Salah satu perajin batik, Siti Maimona mengatakan warna...

Berita Lainnya

Kasus Asusila di Sekolah, Ini Komentar Mendikbud

Sopir Angkot Dukung Kenaikan BBM Mobil Pribadi

Anggotanya Disebut Serang Kantor PDI-P, ini Tanggapan TNI AD