Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hasyim Muzadi: Kufur Nikmat Picu Korupsi

Jumat, 22 Maret 2013, 05:58 WIB
Komentar : 0
Republika/Fachrul Ratzi
KH Hasyim Muzadi

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN---Mantan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi menyatakan salah satu penyebab banyaknya pejabat di negeri ini yang melakukan tindak pidana korupsi karena kufur atau mengingkari nikmat.

 

"Mereka selalu tidak puas dengan jabatan dan kekayaan yang mereka peroleh, lalu manghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya," katanya saat menjadi penceramah dalam acara tasyakuran suksesnya Pilkada Bangkalan di pendopo pemkab setempat.

Menurut dia, akibat ulah para koruptor itulah umat menjadi sengsara dan negara menjadi rugi. "Boleh saja seseorang mengejar kekuasaan dan jabatan. Namun harus dibingkai dengan nilai-nilai agama. Seningga apabila menjadi pemimpin, maka ia akan menjadi pemimpin yang amanah dan menyejahterakan rakyat," katanya.

Dalam kesempatan itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu lebih lanjut menjelaskan agama dan kekuasan sebenarnya ibarat saudara kembar, sehingga harus bersinergi dan saling melengkapi. "Sebab agama tanpa kekuasaan bisa menjadi lumpuh, akan tetapi kekuasaan tanpa nilai moral agama justru akan menjadi hancur," katanya.

Untuk itu, ia juga mengharapkan umat Islam, termasuk warga NU agar bisa menjadi pemimpin dan memegang kendali kebijakan yang orientasinya untuk kemaslahatan umat. Di bagian lain, KH Hasyim Muzadi juga mengimbau seluruh umat Islam, termasuk warga NU untuk selalu bersyukur. Sebab, menurutnya, Allah akan menambahkan nikmat kepada umat-Nya yang selalu bersyukur.

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
2.068 reads
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...