Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

BNPT: Penyebaran Ideologi Terorisme Rambah Internet

Kamis, 21 Maret 2013, 21:22 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Terorisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali mengingatkan pentingnya mengantisipasi aliran dan kelompok-kelompok terorisme di beberapa daerah. BNPT bahkan memastikan, ideologi teroris ini tidak lagi berkumpul pada satu komunitas tertentu. Tetapi sudah menyebarkan paham mereka hingga ke dunia maya.

Deputi I BNPT, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan, sudah memblokir lebih dari 20 laman web yang menyebarkan paham terorisme di dunia maya. "Mereka sudah merambah ke dunia maya dan menyebarkan cara-cara teror, seperti merakit bom," ujarnya dalam acara pembentukan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur di Surabaya, Kamis (21/3). 

Selain itu, tambah dia, kelompok teroris ini juga menggunakan dunia maya untuk aksi penggalangan dana mereka. BNPT, jelas dia, sudah mengindikasi adanya model multilevel marketing (MLM) di dunia maya dengan penggalangan dana untuk aksi teror di beberapa wilayah seperti di Poso, Palembang, dan sebagainya. "Mereka mampu menghimpun donasi sebesar Rp 8 miliar, tapi upaya penggalangan dana ala MLM di Medan itu akhirnya dapat dicegah aparat penegak hukum. Jadi, para teroris sudah memanfaatkan jaringan internet untuk beraksi," katanya. 

Karenanya, BNPT bersama Kementerian Kominfo saat ini telah bekerjasama melakukan pemblokiran berbagai halaman web yang diduga memiliki kaitan erat terhadap paham terorisme tersebut. Paham terorisme ini, kata dia, bukan semata mengarah ke ideologi aliran agama tertentu. Di Indonesia ada enam paham kelompok radikal yang berpotensi menyulut aksi terorisme. Yakni radikal gagasan, radikal milisi, radikal separatisme, radikal premanisme, radikal teroris, dan radikal lainnya.

Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli dan sensitif terhadap isu terorisme ini. Karena, penanggulangan aksi terorisme tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Melainkan diperlukan partisipasi aktif dari berbagai komponen bangsa untuk ikut serta dalam upaya pencegahan aksi kelompok terorisme sosial di masyarakat.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Mansyur Faqih
580 reads
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...