Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Perusahaan BUMN Tersering Langgar 'Outsourcing'

Kamis, 21 Maret 2013, 16:37 WIB
Komentar : 0
Rambu-rambu outsourcing (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Direktur Persyaratan Kerja Kesejahteraan dan Analisis Diskriminasi Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Sri Nurhaningsih menyebut perusahaan BUMN sebagai perusahaan yang paling sering melanggar aturan outsourcing.

Menurutnya, banyak perusahaan 'pelat merah' mengalihdayakan pekerjaan inti bukan pekerjaan penunjang. Padahal, berdasarkan UU No 13 tahun 2003 (UU Ketenagakerjaan) disebutkan bahwa alih daya yaitu penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi.

"Pada kenyataannya banyak perusahaan BUMN justru pekerjaan inti yang berhubungan dengan produksi di-outsourcing-kan," kata Sri pada Seminar Nasional 'Pengaturan Outsoursing dari UU No.13/2003 sampai dengan lahirnya Permenakertrans No.19/2012', Kamis (21/3). 

Banyaknya pelanggaran tersebut, ujarnya, disebabkan dari penafsiran keliru mengenai UU Ketenagakerjaan khususnya pasal 64-66 yang membahas tentang outsourcing.

"Dasar outsourcing pada UU Ketenagakerjaan yaitu pasal 64-66. Jika ada perbedaan pandangan atau ambiguitas, hal tersebut tidak dikehendaki," tutur Sri.

Reporter : Fenny Melisa
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.111 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

MA Bantah Biaya Pembangunan Gedung Baru Triliunan Rupiah

Penyimpangan Dana Talangan Haji Dilakukan Perbankan