Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Subsidi BBM Lebih Tepat untuk Petani'

Kamis, 21 Maret 2013, 09:17 WIB
Komentar : 0
Antara/Yusran Uccang
Petani menanam bibit di sawah. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Subsidi bahan bakar minyak (BBM) sudah saatnya dihapuskan dan lebih tepat dialihkan untuk menyejahterakan para petani lokal yang selama ini seakan terasingkan, kata Pengamat ekonomi dari Universitas Riau Ediyanus Herman Halim.

"Selama ini, kebijakan pemerintah untuk tetap mempertahankan subsidi BBM hanya berpihak pada kalangan menengah ke atas saja,"kata Ediyanus kepada Antara di Pekanbaru, Kamis.

Dia menambahkan secara tidak langsung, artinya kalangan menengah kebawah termasuk petani menjadi terasingkan.

Ediyanus menilai, kebijakan subsidi BBM merupakan suatu bentuk politisasi pihak-pihak tertentu untuk menghalangi negara ini secepatnya maju dan berkembang.

Menurut dia, sebanyak 70 persen mobil-mobil pribadi di negara ini berada di Ibukota Jakarta dimana sebanyak 50 persen diantaranya masih berbahan bakar premium.
Atau hanya sekitar 20 persennya saja yang menggunakan bahan bakar pertamax atau pertamax plus, katanya.

"Itu artinya, 50 persen kendaraan atau mobil pribadi itu masih menikmati BBM bersubsidi dari pemerintah. Tidak dapat dibayangkan berapa besar manfaat subsidi yang pada akhirnya terus saja dinikmati kalangan kaya raya, sementara yang miskin tetap saja 'menjerit'," katanya.

Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 274,4 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi energi. Sekitar Rp 198,3 triliun dari anggaran tersebut dialokasikan untuk subsidi BBM pada 2013.

"Jika anggaran sebesar itu dialokasikan untuk memakmurkan petani, maka hanya dalam beberapa tahun, negara ini akan terbebas dari ketergantungan hasil pertanian asing," kata Ediyanus.

Subsidi terhadap petani menurut dia merupakan hal yang krusial sehingga harus dilaksanakan secara cepat dan tepat sebelum lahan pertanian di negara ini semakin menciut hingga ketergantungan asing semakin tinggi.



Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
571 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Dahlan Iskan Minta Jalan Tol Cipularang Diperbaiki

Menteri PDT: Pemekaran Daerah Tambah Daerah Tertinggal