Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hatta: Tak Ada Larangan Industri Pindah, Asalkan...

Rabu, 20 Maret 2013, 20:41 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Hatta Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, menegaskan tidak ada larangan setiap industri apapun, termasuk industri tekstil di Jakarta pindah ke daerah lain. Asalkan, kata dia, masing-masing daerah harus menjaga iklim investasi.

"Memang tidak ada satu larangan di dalam wilayah Indonesia ini larangan industri pindah, yang penting bisa menjaga iklim investasi," kata Hatta Rajasa seusai membuka Rakorgub se-Sumatra dan Rakor MP3EI Koridor Sumatra di Bandar Lampung, Rabu (20/3).

Mengenai alasan upah minimum provinsi (UMP), Hatta mengatakan jangan dikait-kaitkan pindahnya 100 industri tekstil di Jakarta ke Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan rendahnya UMP di daerah tersebut.

"Yang terpenting, jangan pengusaha hanya ingin menghindari UMP, tetapi tetap menjaga iklim investasi," kata Hatta.

Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Dewi Mardiani
602 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pengamat: Pindah Pabrik Jangan di Jawa

NU: Obama Harus Adil di Konflik Palestina-Israel